Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai cocok mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berlaga di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Pengamat Politik dari Indometrik, Husin Yazid bahkan yakin, jika hal itu benar terwujud, pasangan Anies-AHY akan mampu menyaingi bakal pasangan calon (paslon) unggulan lainnya seperti Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Lebih jauh Husin Yazid mengatakan, peluang Anies-AHY menjadi lebih besar lantaran keduanya dinilai sebagai tokoh yang terkenal di kalangan kaum muda dan mumpuni menjadi pemimpin negara

“Masih peluang (menang), dengan adanya itu tadi keterkenalan Anies dan AHY, berpotensi menyaingi Prabowo,” ucap Husin Yazid seperti dilansir dari RMOL, Minggu (25/04/2021).

Tak hanya itu, lanjut Husin Yazid, pada Pilpres 2024 diprediksi akan kembali terjadi head to head dua pasangan calon saja.

“Bisa jadi hanya dua paslon ini (Prabowo-Puan dan Anies-AHY), nanti di 2024,” pungkasnya.

Demokrat tak Masalah AHY Jadi Cawapres

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief menegaskan, partainya siap disandingkan dengan siapapun dalam Pilpres 2024 mendatang untuk mengirim kader terbaik menjadi pemimpin bangsa.

Hal itu disampaikan Andi Arief pada acara diskusi hasil survei Indomatrik, bertemakan 'Survei Persepsi dan Perilaku Publik Terhadap Tingkat Elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden RI yang Potensial Maju Didukung Partai 2024', Jumat (23/04/2021).

Dikatakan Andi Arief, kesuksesan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden, pada 2004 silam berhasil memenangkan SBY menjadi presiden selama dua periode. 

Selanjutnya, pada tahun 2014 Partai Demokrat melakukan konvensi dengan partai politik lain karena elektabilitas Partai Demokrat saat itu tidak memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon seorang diri. Hal yang sama terjadi di 2019.

“Partai Demokrat, untuk 2024 siap mencalonkan kadernya,” tegas Andi Arief dalam acara yang digelar virtual itu.

Andi Arief juga mengatakan, saat ini elektabilitas kader Partai Demokrat mayoritas dan paling besar ada di AHY. Hanya saja, Andi menampik, keunggulan AHY di internal Partai Demokrat karena dia adalah ketua umum sekaligus putera Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jadi bukan karena dinasti ya, tapi memang hasil survei yang dlakukan orang lain itu yang cukup menjanjikan, punya kesempatan untuk 2024, atau juga untuk Partai Demokrat menaikkan elektabilitasnya,” terangnya.

Menyinggung adanya hasil survei yang menyebut AHY potensial maju menjadi calon presiden maupun calon wakil presiden. Andi Arief mengaku partai yang dinaunginya tersebut akan realistis di 2024 dan membuka peluang untuk terjalinnya koalisi dengan partai lain.

"Tapi ini kan berkembang, artinya bahwa partai Demokrat akan realistis, kemudian rasional dalam menentukan capres dan cawapres apalagi dengan kondisi kita tidak cukup (syarat), kita akan punya tambahan koalisi. Jadi, kalau nanti mas AHY punya elektabilitasnya tinggi baik di capres maupun cawapres, ya kita bisa berdiskusi dengan partai lain untuk sama-sama koalisinya,” katanya.

“Itu bukan cek kosong, tapi kita membawa Mas AHY yang punya elektabilitas dan potensi untuk menang ada,” imbuhnya.

Bahkan, lanjutnya, Partai Demokrat tidak masalah jika AHY hanya disepakati untuk diusung sebagai cawapres.

“Siap (jadi cawapres),” tandas Andi Arief.