Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebutkan partainya berkomitmen untuk terus membumikan Pancasila dan terus menjadi rumah kebangsaan bagi Indonesia Raya.

Hal itu dikatakan Hasto saat menerima audiensi dari Kelompok Masyarakat Adat dan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu.

Lewat pertemuan ini, Hasto dalam siaran persnya mengatakan, PDIP ingin meneguhkan komitmen untuk kembali menggali nilai otentik khas Nusantara tersebut.

Sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya, PDIP bersama pemerintahan Jokowi juga melindungi lewat pengakuan negara di kolom KTP untuk penghayat kepercayaan.

Hal ini penting, kata Hasto, karena Indonesia menghadapi adanya kekuatan yang tak memahami Indonesia sebagai negara dengan tradisi spiritualitas yang begitu berwarna.

"Kita di sini disatukan tekad untuk membumikan Pancasila sebagai the way of life. Kami akan terus mengembangkan dialog agar penghayat kepercayaan juga diperlakukan sama tanpa diskriminasi. Namun, seperti kata Bung Karno, semangat persatuan dan kesatuan harus dikembangkan," ujar Hasto.

Sementata Wasekjen DPP PDIP, Arif Wibowo menyatakan, pihaknya memahami bahwa harmoni sosial Indonesia yang hidup sejak zaman Nusantara harus dipertahankan.

Hal itu juga merupakan upaya menjaga keindonesiaan. Oleh karena itu, PDIP berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat adat dan kelompok penghayat itu.

"Aspirasi ini akan kami perjuangkan, sehingga bagaimana memelihara keberlangsungan, saya kira harus kita upayakan," tutur Arif.