Karena dinilai lamban menanggulangi pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution mencopot Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi.

"Ya (dicopot, red). Saya sudah ingatkan berkali-kali soal COVID-19 ini, dan telah menjadi program kita untuk segera diselesaikan," ucap Bobby Nasution di Medan, Jumat (23/04/2021). 

Lebih jauh Bobby menyatakan sejak dilantik sebagai wali kota dua bulan lalu, dirinya sudah mewanti-wanti bahwa masalah kesehatan menjadi salah satu dari lima program prioritas Pemkot Medan yang harus ditangani.

Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga sudah berulang kali meminta Dinkes untuk melakukan pendataan dan penanganan, tetapi kinerja institusi itu tidak kunjung memuaskan. 

Oleh karena itu dirinya telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas yang dijabat oleh Syamsul Nasution yang sebelumnya menjabat wakil direktur RSUD Pirngadi Medan.

"Jadi ini untuk percepatan kita saja, agar persoalan kesehatan, terutama COVID-19 lekas diatasi," pungkas Bobby.

Bukan hanya Kadis Kesehatan, Bobby Afif Nasution juga mencopot Lurah Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Hermanto. Bukan terkait penanganan COVID-19, alasan Bobby mencopot Hermanto adalah karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga untuk pengurusan sejumlah surat.

Bobby mengaku mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada pungli saat mengurus surat di Kantor Kelurahan Sidorame Timur. Menantu Presiden Jokowi itu pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut pada Jumat (23/04/2021).

Bobby bersama rombongan mendatangi Kantor Kelurahan Sidorame Timur. Di sana Bobby langsung menanyakan perihal pungli kepada Hermanto. Awalnya Hermanto tidak mengaku. Namun Bobby yang telah mengantongi bukti rekaman permintaan uang langsung menunjukkannya kepada Hermanto.

"Ini luar biasa lho ini, ini. Lurahnya menyatakan langsung enggak minta (uang), tapi ternyata minta. Itu mana boleh kita sebagai pelayan. Sudah jelas semua ada peraturannya," ucap Bobby.

Menurut suami dari Kahiyang Ayu itu, Lurah Sidorame Timur membuat citra Pemko Medan semakin buruk di tengah masyarakat. Apalagi lurah langsung berhubungan dengan masyarakat.

"Seperti ini nanti yang membuat citra kita buruk di masyarakat. Jadi apa yang kita lakukan nanti masyarakat menganggapnya kita tidak bekerja. Ini adalah jajaran kita yang paling bawah yang langsung berhubungan dengan masyarakat itu lurah, kepling," urainya.

Bobby menambahkan tindakan Lurah Sidorame Timur tidak bisa ditoleransi. Oleh sebab itu, Bobby langsung mencopot oknum lurah tersebut.

"Nah kalau tingkat bawahnya sudah bahaya kan kita bagaimana ke atas atasnya. Kita berhentikan ini orangnya. Enggak ada cerita kalau minta-minta (uang) pasti kita berhentikan," tegas Bobby.

Untuk mengantisipasi pungli di tingkat kelurahan, Bobby membuat kebijakan agar pengurusan izin akan dilakukan per kelurahan. Tentunya ada reward dan punishment bagi kinerja lurah.

"Kan saya sudah bilang makanya nanti pengurusan izin dan data diri nanti kita targetkan per kelurahan. Nanti beberapa targetnya kalau tercapai ada reward nya, kalau tidak tercapai ada punishment-nya," urai Bobby Nasution.