Sebanyak 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjalani suntik Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/04/2021).

Salah seorang Anggota DPR, Anas Tahir mengaku merasa nyaman setelah disuntik Vaksin Nusantara. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai penggagas vaksin Nusantara.

"Setelah divaksin saya merasa nyaman, terima kasih Pak Dokter Terawan," kata Anas dalam video yang diterima redaksi dari Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena.

Selain Anas dan Melki, anggota DPR yang disuntik vaksin Nusantara pada hari ini antara lain Sufmi Dasco Ahmad, Saleh Daulay, Firman Subagyo.

Kemudian Saniatul Lativa, Sri Meliyana, Arzeti Bilbina, Nihayatul Wafiroh, Robert Kardinal, serta Adian Napitupulu.

Nasib Vaksin Nusantara telah ditentukan melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Senin (19/04/2021) lalu.

Vaksin Nusantara disepakati hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, proses Vaksin Nusantara ini bukan uji klinis vaksin untuk dimintakan izin edar oleh BPOM.

Tim peneliti vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto menargetkan proses penelitian vaksin virus corona berbasis sel dendritik ini rampung dalam 2,5 bulan.

"Untuk penelitian yang sekarang ini kurang lebih sekitar 2,5 bulan. Selesai penelitian kami akan audit sesuai dengan Good Clinical Practice (GCP) atau tidak. Kemudian kami akan lengkapi semua, pelaporan dan evaluasi," kata Peneliti Utama Vaksin Nusantara, Kolonel Jonny, Selasa (20/04/2021).

Selain rombongan anggota dewan, sejumlah tokoh juga telah diambil sampel darah untuk kepentingan pemberian vaksin Nusantara. Mereka antara lain, Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie alias Ical, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, hingga mantan Menkes Siti Fadilah Supari.

 

CNN-Indonesia