Polemik hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia dinilai menjadi puncak kontroversi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Gerindra sudah tegas menyatakan setop untuk Mas Menteri--sapaan akrab Nadiem Makarim.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra Ali Zamroni menilai, sudah sepantasnya Nadiem diganti.

"Saya melihat dan berkesimpulan dari fraksi Gerindra, Nadiem ini sudah cukup, setop sampai di sini saja, kalau menurut saya ya. Udah, banyak kok kader atau orang-orang yang mungkin lebih mampu dari dia," ujar Ali kepada wartawan, Kamis (22/4).

Nadiem, menurut Ali, sudah berulang kali menimbulkan polemik. Misalnya soal peta jalan pendidikan, kisruh organisasi penggerak, tidak masuknya Pancasila dan agama dalam PP Sistem Nasional pendidikan. Dan terakhir polemik kamus sejarah.

Ali mengatakan, pihak Kemendikbud hanya meminta maaf seolah menyepelekan masalah. Padahal polemik kamus sejarah ini cukup fatal.

"Saya rasa ini, kok kalau keteledoran berkali-kali ini ada apa? Ya menurut saya di tengah situasi pandemi seperti ini janganlah buat gaduh seperti itu," katanya dikutip Antara.

Komisi X berencana memanggil Nadiem meminta penjelasan mengenai polemik kamus sejarah ini.

"Kita pasti akan meminta rapat kerja dan meminta klarifikasi secara langsung dari Kemendikbud," ucap Ali.