Spekulasi reshuffle terus memunculkan sejumlah nama yang dikabarkan akan masuk ataupun berganti posisi sebagai pembantu Presiden Joko Widodo. Kali ini, nama Doni Monardo mencuat dalam kocok ulang alias reshuffle Kabinet Indonesia Maju.  

Salah satu nama yang berpotensi terpental adalah Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Mantan Panglima TNI itu dikabarkan akan digantikan Doni Monardo yang saat ini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Seperti dilansir katadata.co.id, Tenaga Ahli KSP Donny Gahral Adian serta Tenaga Ahli BNPB Eggy Massadiah belum merespons isu ini. 

Sedangkan Moeldoko enggan terlalu mengomentari rencana pergantian posisi di kabinet Jokowi.

“Untuk reshuffle yang tahu hanya Presiden, titik,” kata mantan Panglima TNI tersebut di Depok, Selasa (20/4) dikutip dari Antara.

Isu perombakan kabinet mencuat setelah pemerintah akan melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Selain itu juga ada wacana pembentukan Kementerian Investasi sebagai struktur baru dalam Kabinet Indonesia Maju.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia kemungkinan besar akan menjabat sebagai Menteri Investasi. Adapun Nadiem Makarim tetap akan menjabat sebagai Mendikbud dengan fungsi tambahan bidang Ristek.

Meski demikian, belum jelas apakah Menristek sebelumnya Bambang Brodjonegoro akan menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atau tidak.

Bambang sempat menyatakan dirinya akan menjadi Menristek yang terakhir. Namun ia tak berkomentar mengenai potensi melanjutkan jabatan di BRIN. 

"No comment," ujarnya lewat pesan singkat kepada Katadata.co.id, Jumat (16/4).

Sinyal perombakan kabinet muncul usai Jokowi dikabarkan bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa hari lalu. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan tersebut merupakan hal yang rutin dilakukan keduanya saban tiga bulan sekali.

Tak cuma Megawati, Wakil Presiden Ma'ruf Amin disebut telah diajak bicara oleh Jokowi mengenai kemungkinan pergantian personel. Apalagi Wapres bertanggung jawab atas urusan kepegawaian di Kementerian serta Lembaga (K/L).

Rencana reshuffle Menteri ini muncul seiring perubahan nomenklatur beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L). Kementerian Riset dan Teknologi akan melebur ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, Jokowi juga akan membentuk Kementerian Investasi.