Chief Exceutive Officer (CEO) SpaceX Elon Musk akhirnya berhasil memenangkan tender melawan Blue Origin milik Jeff Bezos untuk mengirim astronot wanita ke bulan. NASA akhirnya memilih SpaceX dalam kontrak senilai USD 2,9 miliar atau setara dengan Rp42,1 triliun). SpaceX mengalahkan Blue Origin milik Jeff Bezos dan Dynetics.

Terakhir NASA mengirim astronaut ke bulan adalah 48 tahun lalu dengan Apollo tahun 1972. Proyek yang dimenangkan Elon Musk ini akan menjadi misi pertama mengirim astronot wanita ke bulan.

"Dengan kontrak ini, Amerika maju ke tahap akhir untuk mendaratkan astronaut di Bulan tahun 2024, termasuk momen istimewa dimana kita akan melihat perempuan pertama yang mendarat di Bulan," kata Administrator NASA, Jim Bridenstine dilansir Daily Mail, Senin (19/04/2021).

Misi SpaceX ini bernama Artemis. Wahana Orion akan diluncurkan dengan roket Space Launch System (SLS) dari Kennedy Space Center, Florida. Di orbit Bumi, 2 astronaut yang satunya perempuan ini, akan pindah ke sistem pendarat bernama Human Landing System (HLS) milik SpaceX dan mendarat di Bulan.

Setelah seminggu di Bulan, mereka akan pulang ke Orion lalu kembali ke Bumi. Pesawat luar angkasa HLS akan memakai mesin Raptor milik SpaceX, kabin yang lega untuk para astronot.

Belum diketahui siapa nama astronot perempuan yang akan dipilih. Terkait dengan nama Artemis, dia adalah Dewi Bulan dalam mitologi Yunani, kembaran dari Dewa Apollo.

Artemis 1 akan menjadi misi pembukaan dari serangkaian misi ke Bulan dan Planet Mars. Perjalanan ini jaraknya 450.600 km dari Bumi dalam misi selama 3 minggu.