Ada kabar terbaru soal proyek Ibu Kota Negara baru di Panajem Paser Utara dan Kutai Kertanegara. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengungkapkan, Presiden hingga kini terus mendengar masukan dari seluruh kalangan.

"Beliau (Presiden) mendengar masukan dari para arsitek asosiasi-asosiasi terkait arsitektur sipil dan lain-lain. Jadi, presiden betul-betul sangat terbuka, sangat meminta agar semua masyarakat ini terlibat dalam pembangunan di Ibu kota negara baru," kata Fadjroel dalam bincang-bincang di Akun Youtube BungFadjroel, Minggu (18/4).

Ia menjelaskan, nantinya Proyek Ibu Kota baru membutuhkan biaya yang sangat besar, sekitar 500 Triliun. Namun, Fadjroel mengatakan hanya 1 persen saja dari total kebutuhan dana itu dari APBN.

"99 persen dari non APBN. Macam macam bentuknya ada yang kerja sama pemerintah swasta, ada swasta murni dan segala macam," papar Eks Aktivis 98 itu.

Dengan anggaran yang besar itu, Fadjroel membeberkan, Jokowi telah menjanjikan akan ada pembukaan lapangan kerja yang besar.

"Presiden menjanjikan sejak tahun pertama sudah ada 100 ribu lapangan kerja tercipta. Jadi ketika groundbreaking (peletakan batu pertama) dilakukan maka pada tahun pertama 100 ribu tenaga kerja akan diserap di sana sampai tahun 2045, akan diserap hampir 5 juta tenaga kerja di Ibu kota negara baru," urai Fadjroel.

Lebih lanjut, atas dasar itu, Fadjroel menekankan Ibu kota negara baru bukan sekadar membangun ibu kota negara, memindahkan dari Jakarta akan tetapi sebagai juga simpul menarik investasi dari luar ke Ibu kota negara baru.

Tak hanya itu, menurut Fadjroel dikutip Kumparan.com, Ibu kota negara baru juga akan menjadi konservasi flora dan Fauna.

"Di sana itu ada duyung, ada beruang madu, ada Orang utan Kalimantan ada. Kemudian banyak sekali flora umumnya terkait dengan pohon-pohon semuanya dilestarikan. Makanya presiden menjanjikan ini kota untuk dunia dan akan menjadi paru paru dunia," tandas Fadjroel.