Aktris Wulan Guritno telah bergabung dengan PT Lima Dua Lima Tiga, perusahaan yang menaungi dan mengelola kelab malam Lucy In The Sky. Tak tanggung-tanggung, mantan istri Adilla Dimitri itu kini duduk di jajaran komisaris.

Sebelumnya, Wulan merupakan pelanggan tetap kelab malam yang berada di Kawasan SCBD Sudirman tersebut. Delapan tahun sudah Wulan mengenal tempat hiburan itu.

Namun siapa sangka, tak hanya menjadi komisaris, perempuan yang kini genap berusia 40 tahun ini, ternyata memiliki bisnis lainnya. 

Sebut saja, Poetre Wax & Spa serta Salon Podre yang melayani perawatan tubuh dan kecantikan wanita.

Sementara di bidang kuliner, ibu dari Shaloom Syach Razadee ini punya Cultivar Coffeehouse dan usaha es krim, Spiky Smooth. 

"Awal mula cerita aku belajar berbisnis juga adalah memang kita harus berani ambil risiko. Dan bisnis tidak melulu dengan uang besar, apalagi sekarang terbantu dengan sosial media digital," urainya pada suatu kesempatan. 

"Aku tuh pingin punya sesuatu yang punya saya sendiri, kreasi saya sendiri. Saya bersama teman-teman bergabung membuat Poetre,” katanya lagi. 

“Memang saya pada dasarnya tidak mau punya salon, maunya punya bisnis lebih dari itu. Makanya jatuh pada bisnis franchise," sambungnya.

Wulan Guritno menyebutkan usaha beauty spa yang kini dia geluti sudah memiliki lebih dari 30 outlet di seluruh Indonesia. Awalnya, dia merintis usaha beauty spa bersama empat temannya dengan modal hanya Rp 15 juta.

"Lima belas juta patungan berlima, itu buat sewa tempat," kata Wulan.

Kini, usaha beauty spa itu mampu meraup omzet hingga ratusan juta per bulan.

Tak hanya beauty spa, Wulan juga terjun ke bisnis yang berkecimpung di bidang kuliner. Dia pun menggandeng rekannya yang memahami betul soal makanan.

"Partner saya pastinya food designer/ engineer.. dia mendesain makanan-makanan yang kita mau karena saya bukan di bidang itu," ungkapnya.

Wulan pun memberikan tips bagaimana memulai usaha. Menurutnya, hal terpenting dalam memulai sebuah bisnis adalah berangkat dari sesuatu yang diminati dan dekat dengannya.

"Mungkin yang paling aman adalah, (pada) awal itu, mengembangkan hal yang kita sukai, dekat dengan kita," pungkasnya.