Wacana reshuffle kabinet mencuat dalam beberapa hari belakangan. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani ikut angkat bicara. Ia mengingatkan orang-orang yang berada di lingkaran Istana, bahwa perombakan kabinet hak  prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Arsul, perombakan kabinet itu peristiwa biasa laiknya pergantian pemain sepakbola saat pertandingan. Ia meminta jangan didramatisir.

"Menurut hemat saya, ya sudahlah perombakan kabinet ini jangan kemudian dijadikan spekulasi, termasuk katakanlah (orang-orang) yang ada di lingkaran Istana. Jangan kemudian seolah-olah peristiwa reshuffle itu didramatisir," kata Arsul.

"Jadikan reshuffle sebagai hal biasa, ibarat tim sepak bola, kalau pelatihnya bilang ada yang ditarik keluar, ya kita sikapi biasa saja," kata dia.

Karena perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden, maka seperti dikutip antaranews, wakil ketua umum PPP itu meyakini belum ada pihak lain yang mengetahui siapa yang akan diganti atau akan mengganti posisi pucuk pimpinan kementerian tertentu.

Sejauh ini, kata dia, PPP belum menerima informasi atau tawaran khusus dari presiden terkait isu perombakan kabinet karena perombakan kabinet yang akan dilakukan presiden kemungkinan tidak mengubah komposisi menteri usulan partai politik dan kelompok profesional.

Perombakan kabinet itu, kata dia, kemungkinan hanya berupa pergantian atau pergeseran tanpa mengubah komposisi yang ada.

"Tidak ada penawaran kursi baru. Soal posisi kabinet, baik dari partai-partai politik maupun profesional itu sudah tetap," ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP itu.