Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan hanya membuat laporan kepolisian terkait kasus tes swab Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 untuk RS Ummi. Ia menyatakan tak pernah melaporkan eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab ke polisi.

Hal itu disampaikan Bima Arya saat sidang Rizieq Shihab terkait kasus tes swab palsu RS UMMI di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/04/2021).

Pemerintah Kota Bogor melaporkan RS Ummi ke Polresta Bogor Kota pada 28 November 2020. RS Ummi dianggap menghalangi tugas Satgas COVID-19 Kota Bogor.

"Jadi fokus laporannya hanya ke RS Ummi?" kata kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, kepada Bima di persidangan.

Bima lantas memberikan jawaban bahwa pelaporan tersebut hanya untuk RS Ummi.

"Saya ingin meluruskan bahwa kami fokus kepada protap dari RS UMMI. Jadi kami mengharapkan bersedia menyampaikan informasi soal prokesnya dan statusnya," kata Bima.

Mendengar hal itu, Aziz kembali bertanya kepada Bima apakah laporan tersebut juga ditujukan kepada Rizieq Shihab dan Hanif Alatas yang kini menjadi terdakwa. Bima kembali menjawab bahwa fokus laporannya hanya untuk RS UMMI.

"Yang kami maksud adalah laporan terhadap prokes RS UMMI," kata Bima.

Sebelumnya Rizieq Shihab didakwa telah menyebarkan berita bohong atau hoaks dan menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatannya yang terpapar COVID-19 saat berada di RS UMMI Bogor.

Mendengar pengakuan Bima Arya di persidangan tersebut, Rizieq Shihab murka. Rizieq Shihab pun sempat bersitegang dengan jaksa penuntut umum.

"Saya minta dicatat, bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya sekaligus Kepala Satgas COVID-19 di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan. Terima kasih," kata Rizieq Shihab.

Jaksa penuntut umum kemudian menyela pernyataan Habib Rizieq itu. Rizieq Shihab pun semakin marah.

"Cukup, jaksa penuntut umum. Ini hak saya bicara. Cukup," teriak Rizieq Shihab sembari menunjuk-nunjuk JPU.

Bima Arya, yang duduk sebagai saksi, tampak mengangkat tangannya. Sementara Habib Rizieq masih terus berbicara dengan nada tinggi.

"Anda memidanakan. Pasien dipidanakan. Anda ini melakukan kriminalisasi pasien, kriminalisasi RS. Anda yang memidanakan. Jadi saya berhak membela diri karena saya yang akan dipenjara, bukan anda," kata Rizieq Shihab lagi masih dengan nada tinggi.

Majelis hakim kemudian berusaha menenangkan.

"Saudara terdakwa sabar ya. Saksi sabar, penuntut umum sabar," kata hakim.

Namun Rizieq Shihab masih terus marah dan menyebut Bima Arya berbohong.

"Beliau sudah disumpah untuk tidak berbohong. Sekarang saya membuktikan beliau berbohong. Itu hak saya penuntut umum," kata Habib Rizieq.

Hakim kemudian meminta Rizieq Shihab menyudahi amarahnya lagi. Rizieq Shihab pun lantas menuruti.

"Sabar," kata hakim.

"Ya baik majelis hakim. Saya cukup sampai di sini," timpal Habib Rizieq.

Rizieq Shihab dijerat dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.