Usai ramai karena isu dualisme, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini dikabarkan mendapat elektabilitas tinggi. Bahkan, mendapatkan nilai lebih tinggi dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Meski demikian, Kepala Badan Komunikasi Strategi DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengaku tidak ingin berpuas diri dengan survei tersebut.

“Malah hasil ini membuat kami semakin terpacu mengingat meningkatnya rasa percaya, kepercayaan dari masyarakat yang menitipkan harapannya kepada kami,” ungkap Herzaky lewat keterangan resminya, Minggu (11/04/2021).

Herzaky menuturkan, Partai Demokrat hingga kini belum memikirkan lebih jauh terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Herzaky mengklaim, pihaknya masih fokus dengan penanganan pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

“Masih terlalu dini bagi kami berpikir ke arah sana di tengah situasi berat yang dialami rakyat akibat pandemi ini,” tutur Herzaky. 

Dengan adanya survei tersebut, kata Herzaky, bisa jadi bukti masyarakat ingin pemimpin baru dari kalangan muda. Diharapkan, para tokoh-tokoh muda tersebut dapat memberikan ide-ide segar untuk menyelesaikan segala persoalan negara.

“Tampilnya pemimpin muda ke pentas nasional diharapkan bisa memberikan ide segar yang out of the box, tapi tentu tetap menginjak bumi. Sehingga bisa memberikan solusi yang bukan saja baik secara konsep, melainkan juga benar-benar dapat diterapkan dan bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara ini," urainya.

Dikabarkan sebelumnya, dalam survei yang digelar IPO pada 10 April 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin dengan hasil 15,8 persen disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan tingkat keterpilihan 12,6 persen.

Pada posisi ketiga diisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan tingkat keterplihan 9,5 persen.

Lalu, di peringkat keempat ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan tingkat keterpilihan 7,9 persen disusul AHY di peringkat kelima dengan tingkat keterpilihan 7,1 persen. Peringkat keenam dihuni Prabowo Subianto dengan tingkat keterpilihan 5,7 persen.

Sekilas, AHY merupakan putra sulung dari presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Kristiani Herawati yang dilahirkan pada 10 Agustus 1978. Ia menikahi Annisa Larasati Pohan pada awal Juli 2005. Beberapa bulan setelah menikah, AHY meninggalkan istrinya untuk bertugas sebagai pasukan PBB ke Afghanistan selama kurang lebih satu tahun.

Dia memilih profesi di bidang militer karena pekerjaan tersebut mulia, dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki. Agus menambahkan profesi militer di negara mana pun memiliki tanggung jawab yang besar. Persepsi umum, menjadi prajurit itu sulit. Artinya menghadapi tugas-tugas yang penuh risiko, penuh tantangan.

Risiko itu dimulai dari yang paling kecil meninggalkan keluarga, jauh, dan dalam waktu yang cukup lama, sampai dengan risiko kehilangan nyawa di medan pertempuran. Agus mengaku terinspirasi dari sosok perwira dan prajurit yang penuh dedikasi, hampir setiap saat, waktu dan energinya diberikan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Pada tanggal 17 Agustus 2008, tepat di Hari Kemerdekaan ke-63, istrinya melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Almira Tungga dewi Yudhoyono melalui operasi caesar.

Agus menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer tahun 2000. Agus kemudian mengambil gelar Master di bidang Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University (NTU), Singapura pada 2006. Pada Mei 2010, Agus meraih gelar Master of Public Administration pada John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Massachusetts AS.

Pada Maret 2012 Kapten Infanteri AHY, meraih 3 penghargaan, yaitu Distinguish International Honour Graduated, Medali The Order of Saint Maurice , dan The Commandants List dari sekolah militer Angkatan Darat di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat (AS).

Prestasi dan karirnya dalam bidang kemiliteran harus terhenti karena pada tahun 2016 Agus secara resmi mengundurkan diri dari TNI. Keriuhan Pilgub DKI 2017 memaksa SBY turun gunung, hingga akhirnya memutuskan untuk mencalonkan Agus sebagai gubernur Jakarta. Didampingi oleh Sylviana Murni, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI. 

Di kepengurusan Partai Demokrat, AHY sempat menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) sampai pada akhirnya dia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum pada Oktober 2019. Pada tanggal 15 Maret 2020 AHY terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Kongres ke V Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, menjadi Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan SBY periode 2020-2025.