Pengamat Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan, kasus dugaan pencurian barang bukti kasus korupsi berupa emas 1,9 kg oleh oknum pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harus segera diusut tuntas.

Hal tersebut disampaikan Suparji Ahmad di Jakarta, Sabtu (10/04/2021). Suparji Ahmad menduga ada keterlibatan pihak lain dalam insiden pencurian barang bukti oleh oknum pegawai KPK yang sudah dipecat tersebut.

Dikatakannya, KPK harus mendalami apakah insiden memalukan KPK itu adalah tindakan yang pertama atau sudah berulang kali terjadi.

"Tentang barang yang dicuri harus diusut tuntas keterlibatan pihak lain. Ini aksi pertama atau sudah pernah ada sebelumnya," tegas Suparji.

Suparji juga meminta lembaga anti rasuah itu lebih meningkatkan pengawasan internalnya. Mengingat kejadian pencurian barang bukti terkait kasus Yaya Purnomo itu adalah hal yang aneh.

"Seorang pegawai yang bekerja di lembaga negara ujung tombak pemberantasan korupsi melakukan pencurian," katanya.

Pegawai KPK yang dimaksud berinisial IGA, yang merupakan anggota Satgas yang ditugaskan menyimpan, mengelola barang bukti pada Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK.

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, dalam dua minggu terakhir, Dewas KPK sudah melakukan persidangan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pegawai KPK berinisial IGA.

Emas batangan yang diambil itu, sudah digadaikan oleh IGA. Sehingga, Dewas mengambil putusan bahwa IGA terbukti melakukan pelanggaran kode etik, tidak jujur, dan menyalahgunakan kewenangan untuk pribadi.