Kementerian Keuangan optimis perekonomian Indonesia akan tumbuh signifikan di kuartal II-2021. Bahkan, pertumbuhan diramal mencapai 8 persen setelah tahun lalu terkontraksi -5,32 persen.

Kepala Pusat Kebijakan Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Hidayat Amir mengatakan, pertumbuhan tinggi ini sejalan dengan akselerasi perbaikan perekonomian yang semakin terlihat pada kuartal II mendatang.

"Kuartal II kami yakin pemulihan bisa diakselerasi ke pertumbuhan 7 persen - 8 persen," ujarnya dalam webinar virtual Kemenkeu, Kamis (8/4/2021).

Dengan perbaikan ini, target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Pemerintah sekitar 4,3 persen-5,3 persen sangat realistis untuk bisa tercapai.

Hal ini sejalan dengan berbagai indikator pendorong perekonomian yang sudah mulai bangkit seperti konsumsi, ekspor dan investasi yang telah diupayakan Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Saya kira 4,3 persen-5,3 persen itu cukup fair, tidak terlalu optimis, ada di tengah," jelasnya dikutip CNBC Indonesia.

Sementara itu, untuk pertumbuhan perekonomian di kuartal I-2021 diperkirakan masih akan berada di zona negatif yakni minus 1,1 persen hingga minus 0,1 persen.

"Kuartal I kemungkinan akan mendekati level bawah tapi kita lihat beberapa indikator terus membaik. Kita pantau terus menerus perubahan ini," tegasnya.