Otoritas Dubai, Uni Emirates Arab (UEA) dilaporkan menangkap sekelompok wanita setelah mereka berpose telanjang di balkon pada Sabtu (03/04) lalu. Kelompok perempuan itu berbaris dan melihat ke arah seberang di teras sebuah gedung pencakar langit.

Pihak berwenang menahan setidaknya 11 wanita Ukraina dan seorang fotografer pria asal Rusia atas tuduhan pesta pora publik dan memproduksi pornografi.

Gambar dan video wanita telanjang tersebar di media sosial minggu ini dan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh negara itu, yang menganut hukum Islam atau Syariah, telah menempatkan orang asing di penjara karena pelanggaran yang lebih ringan.

Setelah penyelidikan yang sangat cepat, Jaksa Agung Dubai Essam Issa al-Humaidan mengumumkan bahwa mereka yang berada di belakang pemotretan akan dikirim kembali ke negara mereka, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Deportasi cepat terhadap warga negara asing jarang terjadi di sistem hukum di Dubai. Kasus-kasus seperti itu biasanya dibawa ke pengadilan atau diadili sebelum dideportasi.

"Jaksa penuntut umum memerintahkan deportasi terdakwa karena perilaku mereka yang bertentangan dengan moral publik," kata al-Humaidan, seraya menambahkan bahwa para wanita tersebut telah dituduh melanggar hukum kesusilaan publik negara itu seperti dikutip dari New Zealand Herald, Rabu (7/4/2021).

Lebih dari selusin wanita muncul dalam video yang dibagikan secara luas. Polisi Dubai menolak untuk mengidentifikasi mereka yang ditahan.

Otoritas Ukraina dan Rusia mengkonfirmasi penangkapan warganya hari ini, tetapi kewarganegaraan pihak lain yang ditahan tidak segera diketahui.

Salah satu model telah diidentifikasi sebagai pengacara Ukraina Yana Graboshchuk, 27 tahun. Dia diidentifikasi di media sosial berkat tato khas di pinggulnya.

Keluarga Graboshchuk sejak itu mengatakan kepada media bahwa mereka tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukannya di Dubai, mengiranya sedang berlibur.