Saat ini, ada lima tokoh yang konsisten masuk bursa sebagai calon presiden pada tahun 2024. Merejka di antaranya adalah Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto (Partai Gerindra), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (PDI Perjuangan), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (non parpol), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (non parpol), dan Menparekraf Sandiaga Uno (Partai Gerindra).

Melihat deretan nama tersebut, Pakar Hukum Tata Negara yang juga Pengamat Politik Indonesia, Refly Harun mengatakan, Istana yang dipimpin PDI Perjuangan sangat mungkin berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pilpres 2024.

Koalisi Istana pasca Joko Widodo (Jokowi), berpeluang menjagokan Prabowo Subianto-Puan Maharani, Puan Maharani-Sandiaga Uno, atau Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno.

"Karena kalau menyebut calon dari Istana. Empat nama itu yang mungkin dijagokan Istana pimpinan PDI Perjuangan," ujar Refly Harun dalam akun YouTube miliknya, Senin (05/04/2021).

Kalau itu yang terjadi, lanjut Refly Harun, Partai NasDem berpeluang keluar dari koalisi Istana, dan bisa saja memimpin koalisi non-Istana bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasalnya, dari empat calon Istana itu, NasDem tidak akan dapat apa-apa, yang untung hanya PDIP dan Gerindra. Beda halnya dengan saat ini, Surya Paloh sebagai ketum NasDem masih memiliki pengaruh terhadap Presiden Jokowi.

Memimpin koalisi non-Istana, NasDem dan PKS ditambah Partai Amanat Nasional (PAN) berpeluang menjagokan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dan, jika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak jadi dipakai PDIP, NasDem bisa duetkan Anies-Ganjar.

"Bukan tidak mungkin, tiba-tiba memasangkan Anies dan Ganjar. Wah, tambah besar peluangnya (menang)," ucap Refly Harun.

Soal apakah Ganjar bersedia, menurut Refly Harun, itu tergantung situasi politik ke depan.

"Karena kalau Ganjar tidak dipakai di 2024, sementara dia sudah selesai masa jabatannya sebagai Gubernur Jateng, kalau mau menteri tergantung koalisinya juga. Tetapi, untuk jabatan presiden dan wapres, itu tergantung Megawati dan PDIP apakah menjagaokan Ganjar atau tidak," imbuhnya.

Atau sebaliknya, melihat elektabilitas Ganjar yang konsisten di papan atas, bisa saja Megawati menjagokan Ganjar berpasangan dengan Sandiaga.

"Karena itu saya melihat, ini masih sangat cair," pungkas Refly Harun.