Satu lagi gerai hypermarket Giant milik PT. Hero Supermarket Tbk tumbang. Kali ini Giant Ekstra di Pamulang, Tangsel, Banten resmi tutup.

Mengutip akun resmi Facebook Giant Ekstra Pamulang, menuliskan undangan perpisahan kepada karyawan karyawati tim Giant Ekstra Pamulang 2008-2021.

"Salam sejahtera untuk kita semua, kami tim Giant Ekstra Pamulang mengucapkan banyak terima kasih atas kesetiaannya selama 13 tahun kami berkarya," tulisnya, Sabtu (4/4/2021).

"Kami mohon maaf apabila pernah ada kesalahan serta pelayanan yang kurang baik selama kami berdiri. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita semua, mohon maaf lahir batin," tambahnya.

Isu bakal terjadi gelombang penutupan gerai Giant ini memang sudah santer dari dua bulan lalu. Dimana banyak gerai Giant yang memberikan diskon gede-gedean untuk menghabiskan barang stok yang ada. Hal serupa juga terjadi di Giant Kalibata, Giant Margocity (Depok).

Menejemen Giant yang tutup memberikan kebijakan diskon hingga 90 persen untuk berbagai macam barang. Seperti elektronik 40 persen, alat masak 60 persen, pakaian 60 persen, piring 60 persen juga perlengkapan mandi 30 persen, yang dimulai pada 1 Februari lalu.

Sejak tahun lalu, sebetulnya Giant sudah melakukan beberapa perampingan dengan menutup 6 gerai secara nasional. Keenam gerai itu antara lain di Cinere Mall, Mampang, Pondok Timur, Jatimakmur, Cibubur, Wisma Asri. Dengan bertambahnya 3 gerai tutup di tahun ini, kini Giant hanya mengelola sebanyak 116 gerai secara nasional.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah mengatakan peritel besar memang kesusahan untuk bertahan di masa pandemi. Sehingga banyak yang menutup gerai karena mahalnya biaya operasional.

"Tadi yang disebutkan Centro dan Giant itu adalah big format. Kalau big format memang makin besar retail makin sulit karena kondisi tahun lalu belum bisa berproduksi maksimal sehingga tingkat traffic menurun, cost sewa mahal," jelasnya di program Closing Bell CNBC Indonesia, Kamis (25/3/2021).

Pelonggaran aturan PPKM Mikro terkait jam buka pusat perbelanjaan cukup meningkatkan kedatangan pengunjung di mal. Budi mengatakan pada saat weekend traffic ke mal meningkat Maret dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kita berterima kasih pemerintah mau dengar pelaku usaha jam buka sampai 21.00, nuansanya sekarang cukup positif konsumen mulai ada keyakinan," jelasnya.

Budi menjelaskan cash flow pelaku ritel tidak lagi seperti sebelum pandemi. Pemasukan tidak bisa didapat setiap hari, hanya hari-hari tertentu ada pembelian. Sehingga pendapatannya menurun 50%-80% itu membuat strategi jangka pendek berantakan. Makanya masih dibutuhkan bantuan likuiditas dari pemerintah.