Kepala Bamkostra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra merespons rencana kubu Moeldoko ingin mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah 2024 mendatang.

Menurut Herazaky hal itu tidak perlu ditanggapi, karena kubu Moeldoko bukan siapa-siapa yang berhubungan dengan Demokrat.

"Tidak ada yang perlu ditanggapi dari statemen gerombolan ini, karena mereka bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungannya dengan Partai Demokrat," kata Herzaky.

Herzaky menegaskan apabila kubu Moeldoko terus menggunakan atribut Partai Demokrat, maka akan berhubungan dengan tim kuasa hukum partai. Sebab, kata dia seperti dikutip detikcom, kubu Moeldoko tidak memiliki hak dalam menggunakan atribut partai berlambang mercy itu.

"Jika mereka masih terus menggunakan nama dan atribut Partai Demokrat, padahal mereka sama sekali tidak punya hak, nanti urusannya dengan tim hukum kami," ucapnya.

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus melakukan konsolidasi internal. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan loyalitas dan soliditas para kader.

"Partai Demokrat saat ini sedang fokus konsolidasi internal, dengan kader-kader yang terbukti loyalitas, soliditas, kekompakan, dan militansinya. Dengan demikian, kami bisa segera kembali mengoptimalkan kerja-kerja politik kami membantu rakyat terdampak pandemi seperti yang sudah kami lakukan selama setahun terakhir bersama kepemimpinan Ketum AHY," katanya.

Sebelumnya Juru Bicara Partai Demokrat versi KLB, Muhammad Rahmad mengatakan, pihaknya berniat mencalonkan kembali AHY sebagai Cagub DKI Jakarta. 

"Kami baru berniat untuk mencalonkan kembali AHY untuk kali kedua sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," ujarny ketika dikonfirmasi, Sabtu (3/4).

Menurut Rahmad, ada beberapa pertimbangan menyoal pengusungan tersebut. Utamanya, untuk menguji kembali apakah tingkat popularitas dan elektabilitas AHY sudah bisa mengalahkan Anies Baswedan atau tidak.

"Pertimbangan kedua, Pak Moeldoko memimpin partai demokrat orientasinya  bukan kekuasaan. Orientasi pak Moeldoko adalah menyelamatkan Demokrasi, menyelamatkan Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Sementara AHY sebelumnya juga pernah  maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. Berpasangan dengan Sylvia Murni, AHY melawan pasangan Basuki Tjajaha Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.