Nama Prabowo Subianto kembali muncul dengan elektabilitas tertinggi. Merujuk hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dalam simulasi tertutup, angka yang diraup Ketua Umum Gerindra itu mencapai 20,8 persen.

Posisi kedua diisi Anies Baswedan dengan 13,1 persen dan disusul Ganjar Pranowo dengan 12 persen. Ada pula Ridwan Kamil yang mengekor di 6,7 persen. Adapun, dalam simulasi terbuka, Prabowo juga menempati posisi teratas dengan elektabilitas 13,4 persen, tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lainnya.

Kendati unggul, Direktur Eksekutif SMRC Sirajuddin Abbas mengungkapkan posisi Prabowo saat ini belum meyakinkan.

Pasalnya, nilai yang dikantongi menteri pertahanan itu masih lebih rendah ketimbang elektabilitas Joko Widodo tiga tahun menjelang Pilpres 2019 lalu.

Kala itu, Jokowi memiliki elektabilitas hingga 30 persen. 

"Kalau pada Maret 2021 ini elektabilitas 20 persen, berat bagi Prabowo untuk menang dalam Pilpres 2024," ujar Abbas melalui keterangan resmi, Jumat (2/4).

Dalam kesempatan berbeda, Ridwan Kamil mengaku masih fokus mejalankan tugas sebagai gubernur Jawa Barat. Ia tidak begitu menanggapi maraknya hasil-hasil survei menuju 2024.

Walau begitu, ia tidak menutup kemungkinan untuk maju sebagai calon presiden jika memang ada jalan yang terbuka baginya.

"Untuk 2024, kalau jalannya terbuka saya Bismillah. Semua ini tidak pernah saya cita-citakan. Sebelumnya, juga saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi gubernur. Tetapi, tiba-tiba jadi, ya Alhamdulillah," ucapnya.

Dalam survei yang berbeda, yang dirilis Indikator Politik Indonesia pekan lalu, Ridwan Kamil juga masuk ke dalam tiga besar calon presiden pilihan anak muda bersama dua tokoh lain yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.