Pengusaha bus antar kota meminta Pemerintah meninjau ulang larangan tersebut, alasannya kondisi pandemi yang sudah berlangsung selama setahun ini sudah membuat banyak pengusaha bus antar kota dan pariwisata yang gulung tikar karena sepi penumpang dan sewa armada.

‎Pemilik bus AKAP PO Haryanto, Haji Haryanto menegaskan, pemerintah perlu mempertimbangkan ulang kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini. "Saya hitung kira-kira 75 persen pengusaha bus ini terkena dampak pandemi. Kalau sampai tidak bisa mudik bagaimana nanti," ujarnya saat ditemui di kantornya di Kudus, beberapa waktu lalu.

Haji Haryanto mengatakan, selama pandemi COVID-19, kondisi pengusaha bus cukup memprihatinkan, sehingga menjual asetnya agar tetap hidup. Dia mengaku perusahaannya selama membantu menolong para pengusaha bus tersebut dengan membeli puluhan armada busnya. "Yang sudah saya beli 15 unit, ini rencana mau beli lagi 25 unit.‎ Saya beli untuk menolong mereka," ucapnya.

Permintaan angkutan bus sudah menurunan‎ sejak pandemi. Bila ada larangan mudik, akan menambah kondisi semakin buruk. Dia menduga, jika mudik dilarang sekalipun, akan tetap banyak warga yang nekat pulang ke kampung halaman. "Kalau diarang pun tetap pulang naik kontainer, dan itu justru sangat membahayakan," kata pria yang memulai dari usaha angkot di Tangerang sejak 1984 ini, seperti dikutip dari Tribun Jateng.

Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan banyak hal terkait kebijakan mudik. Haji Haryanto mengaku kasihan jika para perantau tidak bertemu lama dengan keluarganya yang berada di kampung halaman. "Saya pribadi ikut aturan pemerintah saja, tapi mohon dipertimbangkan‎ kembali. Ibaratnya pengusaha bus ini sudah menangis sampai air matanya habis," ujar Haji Haryanto.

Kendati demikian, selama pandemi PO Haryanto tak pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawainya. Saat ini sedikitnya ada 2.000 karyawan yang menggantungkan hidup dengan bekerja di PO Haryanto. PO bus ini saat ini memiliki armada bus hampir 300 unit. "Kalau sampai kena PHK bagaimana nanti keluarganya, kasihan sekali. Saya hanya optimistis saja kepada Allah kesulitan ini ‎akan berakhir," ujar dia.

Haji Haryanto berharap, kondisi pandemi segera pulih. Jika kondisi sudah kembali normal seperti sebelum pandemi, perusahaannya berancang-ancang membuka rute baru tujuan ke Pulau Sumatera sebelum akhir 2021. "Rute bus saya (dari Jabodetabek) sudah sampai Malang, Madura, Wonogiri, Purwokerto, dan hampir semua Jawa, sudah (dimasuki). Akhir tahun ini rencana buka rute ke Sumatera," jelas dia.