Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian global maupun domestik, bahkan pandemi disebut telah menimbulkan lingkaran setan di sektor ekonomi.

Pandemi, katanya, telah memukul daya beli masyarakat, utamanya pada kelas menengah. Sementara di kelas atas masih enggan untuk melakukan konsumsi.

"Tapi untuk kelas menengah masih menahan. Mereka hanya spending untuk kebutuhan dasar saja," ujar Destry saat Temu Stakeholders Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (1/4).

Konsumsi rumah tangga dari masyarakat menengah, lanjut Destry, yang masih tertahan itu menyebabkan sektor korporasi menahan diri untuk berinvestasi. Hal ini pun berimbas pada lapangan kerja yang tidak bertambah.

Destry mengatakan, sederet hal itu saling berhubungan, seperti lingkaran setan. Tak hanya itu, lingkaran setan tersebut juga memberikan dampak negatif bagi perekonomian.

"Jadi ini menyebabkan adanya lingkaran setan yang tidak berhenti. Rumah tangga tidak mau spending, korporasi nggak mau investasi. Sementara jika korporasi tidak mau investasi maka lapangan kerja terbatas dan juga mengganggu konsumsi rumah tangga," jelasnya.

Oleh karena itu menurutnya dibutuhkan bauran kebijakan yang bisa mendobrak lingkaran setan tersebut. Setidaknya hal itulah yang dilakukan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Kementerian Keuangan, BI, OJK dan LPS.

Destry melanjutkan, BI juga sudah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk membebaskan ekonomi RI dari lingkaran setan itu. Seperti menurunkan suku bunga acuan di level terendah 3,5 persen.

"Itu adalah level suku bunga terendah dalam sejarah," tegasnya.

Selain itu, BI juga sudah memberikan relaksasi untuk mendorong konsumsi seperti DP 0 persen untuk kredit kendaraan dan maupun KPR.