Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dialihfungsikan. Pertama, menjadi lokasi umrah dan haji. Kedua, sebagai bengkel pesawat.

Bandara yang diresmikan sejak Mei 2018 itu akan diarahkan untuk menjadi lokasi jemaah umroh dan haji masyarakat Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah bagian Timur.

"Pak Presiden mengarahkan bahwa nanti paling tidak umroh dan haji semua warga Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian Timur itu kita konsentrasikan di Kertajati," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas, Senin (29/3/2021).

Selain itu, otoritas perhubungan telah mengusulkan agar Bandara Kertajati difungsikan sebagai 'bengkel pesawat' alias maintenance, repair, and overhaul (MRO).

"Kami sudah berdiskusi dengan Panglima TNI, KSAU untuk memanfaatkan kegiatan MRO, atau perawatan pesawat milik TNI, di mana TNI dan GMF sudah melakukan koordinasi bahkan GMF sudah melakukan lisensi untuk memperbaiki pesawat," jelas Menhub.

Dalam mengakselerasi MRO Kertajati, Budi Karya dikutip CNBC Indonesia memastikan pemerintah akan membangun dan mengembangkan lahan di sekitar bandara agar prosesnya berjalan lancar.

"Pak Presiden juga mengarahkan bahwa tidak saja pesawat TNI, tetapi juga seluruh pesawat instansi pemerintah seperti BNPB, Basarnas Kementerian Perhubungan, juga kepolisian pool sehingga maintenance lebih baik," jelasnya.

"Kita juga inginkan MRO tidak saja untuk pemerintah, tapi yang akan datang juga akan digunakan untuk MRO. Pesawat private yang selama ini melakukan perawatan di luar negeri," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sudah ada perusahaan penerbangan internasional yang menyatakan minatnya untuk membuka MRO di Kertajati. Namun, ia tak merinci lebih lanjut.

"Alhamdulillah satu frekuensi, termasuk Presiden mengarahkan agar PT DI dan Pindad dipindahkan di Kertajati sehingga kawasan PT DI di Bandung bisa diubah untuk bisnis yang relevan," jelasnya.