Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi warga lanjut usia atau lansia (60 tahun ke atas) dan petugas pelayanan publik sudah masuk tahap 2. Vaksinasi lansia dimulai di ibu kota provinsi dengan prioritas di Pulau Jawa dan Bali.

Dalam upaya mempercepat program vaksinasi nasional, terhitung sejak Senin (08/03/2021) lalu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Pemda DKI Jakarta, dan Indonesia Healthcare Corporation menggelar 'Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama' bertempat di Istora Senayan, Jakarta.

Sinergi antar lembaga pemerintahan dan daerah ini dilakukan untuk mendukung tahap kedua vaksinasi nasional yang memprioritaskan kalangan lansia.

"Percepatan vaksinasi nasional harus dilakukan demi mewujudkan Indonesia Sehat segera mungkin. Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi dan sinergi antar lembaga pemerintah dan daerah harus berjalan cepat dan strategis. Ini momen krusial agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan," kata Menteri BUMN, Erick Thohir.

Kementerian BUMN menjadi lokomotif hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama ini demi mempermudah akses bagi publik, serta mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi program pemerintah. 

Langkah Pemerintah menekan angka penyebaran COVID-19 dengan memprioritaskan vaksinasi tahap kedua yang menyasar para lansia mendapat apresiasi dari peserta.

Salah satunya datang dari peserta yang telah melakukan vaksinasi lewat Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama, Rini Warganirum. Ia mengatakan, apa yang dilakukan Kementerian BUMN sangat membantu lansia.



Pasalnya, lansia merupakan kelompok rentan, karena kekebalan tubuhnya pun menurun seiring bertambahnya usia. Dan ketika terjadi infeksi COVID-19, akan semakin parah dengan adanya penyakit penyerta atau komorbid.

"Apa yang telah dilakukan pemerintahan Pak Jokowi dan Kementerian BUMN ini sangat bagus dan membantu kami para lansia," kata Rini, saat ditanya usai melaksanakan vaksin.

Perempuan 67 tahun ini juga menepis kekhawatiran bahwa vaksinasi COVID-19 memberi efek samping bagi lansia. "Sejauh yang saya rasakan, sesudah divaksin saya merasa baik-baik saja," ungkap Rini.

Sebelumnya ada kekhawatiran bahwa ada efek samping terhadap lansia usia melaksanakan vaksinasi.

Berdasar uji klinis, ditemukan bahwa efek samping yang dirasakan umumnya bersifat ringan dan sedang. Efek samping paling banyak adalah nyeri di tempat suntikan.

Efek samping lainnya yang juga bisa muncul adalah demam, rasa lelah, batuk ringan, mual, dan diare. Namun, efek samping tersebut hilang dalam 2 hari.

Lebih jauh Rini mengatakan, bahwa dirinya akan merekomendasikan kepada kerabat dan rekan sejawat yang belum melaksanakan vaksin COVID-19. "Saya mengirimkan foto saat divaksin kepada mereka. Saya katakan bahwa ini merupakan program baik untuk para lansia. Ayo tunjukan kepedulian terhadap sesama dengan divaksinasi," ucapnya.

Rini yang melaksanakan vaksinasi bersama suaminya, Daniel Soekindro (69) juga percaya bahwa setelah pelaksanaan vaksinasi akan segera membentuk herd immunity, dengan demikian kondisi akan kembali normal. "Saya percaya dan sangat berharap hal itu bisa segera terwujud," kata Rini.



Ke depannya, Rini dan Daniel juga berharap pemerintah tetap memberi perhatian terhadap para lansia terutama di masa pandemi virus Corona seperti sekarang ini dengan memberikan banyak informasi terkait program vaksin, mulai dari sosialisasi manfaat hingga pelaksanaan vaksinasi.

"Selain itu, saya juga berharap pemerintah tak bosan untuk mengingatkan para lansia agar tetap menerapkan prokes 5M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi," paparnya.

Keduanya juga mengucapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah dan Kementerian BUMN terhadap lansia, terutama dengan digelarnya Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama.

"Terima kasih pemerintah, terima kasih pak Jokowi, terima kasih pak Erick Thohir, terima kasih pihak terkait. Kami bangga menjadi lansia di Indonesia," ucap keduanya, mengakhiri.

Diketahui, Pengadaan Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama BUMN yang berawal hanya di Istora Senayan, Jakarta bakal merambah ke berbagai kota lain.

Hingga Maret 2021, perluasan Sentra Vaksinasi COVID-19 Bersama BUMN mencapai lima lokasi. Kelima titik itu adalah Istora Senayan, Jakarta, pada 8 Maret-8 Mei; Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 21 Maret-21 Mei; PRPP Semarang pada 21 Maret-21 Mei; GOR Satria Banyumas pada 31 Maret-31 Mei; serta Grand City Exhibiton Centre Surabaya pada 28 Maret-28 Mei.

Ketua Satgas Sentra Vaksinasi Bersama BUMN Arya Sinulingga mengatakan, untuk saat ini sesuai program pemerintah, pihaknya masih berfokus menyasar target peserta lansia dan petugas publik. Sedangkan perluasan lokasi Sentra Vaksinasi bertujuan agar kekebalan kelompok dapat segera tercapai.