Sebanyak sembilan orang nasabah PT Bank Mega Tbk Cabang Gatot Subroto Denpasar, Bali mengaku kehilangan dana deposito yang disimpannya dengan taksiran kerugian mencapai Rp33,45 miliar.

Sehingga ke sembilan nasabah Bank Mega Cabang Bali tersebut melaporkan kehilangan dana mereka ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri dan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kuasa hukum kesembilan nasabah PT Bank Mega Tbk Cabang Bali, Munnie Yasmin mengatakan, kasus tersebut mencuat sekitar November-Desember 2020 silam. Kala itu, salah seorang kliennya yang merupakan nasabah PT Bank Mega Tbk Cabang Gatot Subroto Denpasar, Bali berniat mencairkan dana depositonya yang telah disimpannya sejak 2012.

Namun bukan uang yang diterima, tapi justru kabar yang tidak mengenakan bahwa dana deposito yang disimpannya saat hendak dicairkan sudah tidak ada. "Itu terjadi usai pergantian pemimpin Bank Mega Cabang Bali. Dimana pasca pergantian pimpinan, baru diketahui kalau dana nasabah sudah tidak ada lagi. Itu setelah salah satu nasabah mencoba mencairkan dana depositonya, jelang akhir tahun 2020," kata Munnie Yasmin, dikutip dari sindonews.com, Rabu (24/3/2021).

Kliennya, kata Munnie Yasmin, lantas diminta pihak Bank Mega Cabang Gatsu Denpasar Bali mengisi form pengaduan. Namun meski telah mengisi form pengaduan setelah ditunggu beberapa waktu tidak ada kejelasan.

Alasannya Bank Mega cabang Bali, selalu mengatakan kasus kehilangan dana deposito tersebut masih menunggu investigasi dari Bank Mega kantor pusat.

Karenanya Munnie Yasmin meminta kepada manajemen Bank Mega untuk menjamin kepastian pengembalian dana yang hilang. Selain itu meminta kejelasan kapan deadline investigasi kasus ini diselesaikan oleh Bank Mega.

Munnie Yasmin menegaskan, pihaknya meminta dihubungkan dengan petinggi Bank Mega kantor pusat yang bisa membuat keputusan, terkait pengembalian dana kliennya yang merupakan nasabah Bank Mega Cabang Gatsu, Denpasar, Bali.

Namun, lanjut dia, justru kliennya diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 16 Desember 2020, yang datang ke Polres Denpasar. Pemeriksaan itu berdasarkan laporan dari pihak Bank Mega.

Kliennya, diperiksa tim Siber Bareskrim Polri karena muncul beberapa rekening baru atas nama yang bersangkutan, tempat dana itu diputar, hingga akhirnya dana itu hilang. "Padahal klien kami tidak pernah membuka rekening baru," timpalnya.

Karena kecewa, akhirnya kliennya melaporkan kasus hilangnya dana deposito tersebut ke Bareskrim Polri yang diterima oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus. "Kita juga sudah melaporkan kasus ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Desember 2020 dan 4-5 Februari 2021. Namun pihak OJK belum memberikan penjelasan mengenai tindak lanjut aduan tersebut," ungkapnya.

Munnie Yasmin menambahkan, kliennya berharap agar pihak Bank Mega yang merupakan icon bisnis konglomerat Chairul Tanjung itu, segera mengganti dana milik kliennya

Sementara itu Corporate Secretary Bank Mega, Christiana M Damanik saat dihubungi SINDOnews terkait hal ini, sempat mengangkat telepon. Namun, baru beberapa detik percakapan, sambungan terputus. Namun ketika dikirim pesan WhatsApp (WA) pada Rabu sore (24/3/2021), tidak menjawab.