Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan mutasi virus corona B117, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, kini telah ditemukan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara #InovasiIndonesia untuk pulih pasca 1 tahun pandemi, yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemenristek/Brin. Selasa (2/3/2021). 

Dante mengatakan "Kalau 1 tahun yang lalu kita menemukan kasus 01 dan 02 COVID-19. Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat 1 tahun hari ini kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia", ujarnya.

Ia menuturkan, temuan tersebut berdasarkan hasil penelitian terhadap sekitar 426 spesimen. Dari 400-an spesimen, ada 2 yang mengarah pada varian B117.

"Dari 462 yang sudah kita cek di seluruh nusantara dalam beberapa bulan ini kita sudah menemukan 2 kasus tadi malam," ujar Dante.

Dante mengatakan, kehadiran COVID-19 varian B117 menjadi tantangan baru dalam penanganan COVID-19. Oleh karena itu, tantangan tersebut harus mendorong Indonesia untuk mengembangkan proses riset yang cepat, model penanganan yang lebih baik serta studi epidemiologis secara analitik karena proses mutasi COVID-19 terjadi di sekitar Indonesia.

Ia berharap, kolaborasi publik, Kementerian Kesehatan dan KemenristekBRIN bisa membawa hal positif, masuk dalam lingkup endemi dan bisa dieradikasi. Ia ingin agar Indonesia bisa melakukan riset inovasi yang tidak hanya sebatas penemuan alat skrining, kemudian vaksin dan menemukan obat COVID-19.

"Mudah-mudahan kolaborasi yang kita lakukan secara bersama-sama secara lintas sektoral ini membawa kita pada perbaikan dalam mengatasi COVID-19 ini untuk kedepan. kita berulang tahun hari ini 1 tahun COVID-19 tapi kita tidak ingin berulang tahun lagi untuk tahun depan," kata Dante.

Seperti diketahui, Sars-Cov-2 B 117 atau virus COVID-19 B117 adalah varian virus COVID-19 yang ditemukan di Inggris. Varian B 117 pertama kali terlihat di Inggris pada September 2020.

Negara-negara lain juga telah melaporkan penemuan kasus dari varian baru virus corona ini seperti Singapura, India, Malaysia, hingga Korea Selatan. Para ilmuwan mengatakan, mutasi B117 ini, 70 persen lebih menular daripada sebelumnya.