Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin menanggapi pemerintahan Jokowi yang membuka pintu izin investasi industri miras atau beralkohol dari skala besar hingga kecil.

Menurutnya, itulah alasan pemerintah membubarkan Front Prmbela Islam (FPI) karena memang organisasi Islam ini yang terdepan melawan kemaksiatan adalah FPI.

Dilansir dari Pojoksatu.id, Senin (1/3/2021). Novel mengatakan “Makanya Jokowi ngotot bubarin FPI karena memang diduga kuat didesak oleh industri maksiat dan kemungkaran,” kata Novel.

Novel pun mengingatkan Wapres KH Ma’ruf Amin yang juga sosok ulama agar menjadi penyambung aspirasi umat islam. Sebab, mudharat investasi miras itu lebih banyak daripada manfaatnya.

“MUI harus bertindak apalagi Wapresnya Kiyai dan tinggal tunggu tanggal mainnya umat islam bereaksi keras dimana-mana,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melegalkan masyarakat untuk memproduksi minuman keras ( miras), namun dengan berbagai syarat tertentu. 

Aturan produksi miras tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. 

Perpes yang diteken Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pada 2 Februari 2021 ini merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Aturan soal miras tercantum dalam lampiran III Perpres, yakni soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Bidang usaha miras masuk di dalamnya.