Mahkamah Tinggi Syariah Malaysia mengeluarkan surat penangkapan terhadap transgender Muhammad Sajjad Kamarus Zaman alias Nur Sajat, karena mangkir dari sidang yang digelar pada Selasa (23/02/2021) pagi.

Menurut sebuah sumber yang dikutip Bernama, surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Hakim Syarie Mohammad Khalid Shaee. "Dia (Sajjad) tidak hadir ke pengadilan dan hakim mengeluarkan surat penangkapan," kata sumber.

Pengacara Syarie Zuri Zabuddin Budiman yang mewakili Muhammad Sajjad, mengatakan penyebutan kasus terdakwa yang didakwa berpakaian sebagai perempuan di sebuah acara keagamaan sehingga dianggap menghina Islam, tiga tahun lalu, telah diundur hingga 1 Juni.

"Dia (Muhammad Sajjad) wajib hadir di pengadilan pada tanggal yang baru. Kami mungkin akan melakukan mitigasi tetapi belum membahasnya," kata Syarie kepada wartawan di kompleks pengadilan.

Dalam persidangan yang berlangsung pada 6 Januari, Muhammad Sajjad didakwa melakukan pelanggaran di pusat kecantikannya di Section 16, Shah Alam, pada pukul 19.30, pada 23 Februari 2018.



Dia didakwa berdasarkan Pasal 10 (a) dari Undang-Undang Kejahatan Syariah (Negara Bagian Selangor) tahun 1995 yang menetapkan denda maksimal RM5.000 atau penjara tidak lebih dari tiga tahun atau keduanya, jika terbukti bersalah.

Nur Sajat beberapa kali tersandung masalah hukum yang membuatnya harus berurusan dengan pengadilan. Pada Mei 2019, teman duet Lucinta Luna ini dikabarkan ditangkap karena brand kosmetiknya bermasalah soal izin.

Pihak Kementerian Kesehatan menyita sedikitnya 19 jenis produk kecantikan senilai Rp 34,6 juta. Dia didakwa melanggar undang-undang terkait regulasi obat dan kosmetik, dan terancam hukuman tiga tahun penjara.

Namun kala itu Nur Sajat mengaku tak bersalah atas kepemilikan 19 produk kosmetik ilegal. Di depan hakim Pengadilan Negeri Johor Baru, Nur Sajat membacakan permohonan. Pengacara berusaha membela agar Nur Sajat tidak ditahan dengan uang jaminan.

Wanita transgender ini juga pernah terkena kasus penghindaran pajak pada 2018. Ia disebut tidak membayar pajak yang membuatnya sekali lagi harus berurusan dengan hukum.



Masalah yang melibatkan nama Nur Sajat tidak sampai di situ. Pada 2019, Nur Sajat juga tertangkap pernah melabrak sales produk kecantikan di sebuah mal. Ia disebut menampar seorang SPG berkali-kali karena asistennya telah direndahkan.

Kasus terbaru terjadi awal tahun 2020. Nur Sajat yang terlahir sebagai pria, jadi kontroversi karena beribadah umroh dengan memakai busana muslim wanita.

Kontroversi mulai muncul setelah Nur Sajat membagikan momen umrohnya kepada 1,4 juta pengikutnya di Instagram baru-baru ini.

Unggahan tersebut memperlihatkan Nur Sajat memakai khimar saat umroh. New Strait Times mengabarkan, berdasarkan dokumen Albayt Travel (M) Sdn Bhd, dirinya mendaftar umrah sebagai seorang pria.

Namun ketika tiba di Tanah Suci, Nur Sajat mengklaim dirinya sebagai seorang khunsa atau hermafrodit (berkelamin dua jenis) kepada Mutawiff.

"Jika memang dia seorang hermafrodit maka itu tetap masalah karena ketika berangkat dari Kuala Lumpur, Nur Sajat mengaku seorang pria" kata juru bicara Albayt Travel, agen umrah yang menangani kepergian Nur Sajat.

Pihak Albayt Travel juga menyatakan tidak pernah mengetahui adanya dokumen yang mengklaim Nur sebagai seorang hermafrodit.

"Kami sudah meminta Nur Sajat untuk mengeluarkan pernyataan maaf dan menghapus semua foto dan video di semua media sosialnya," kata juru bicara tersebut.

Pihaknya juga meminta Nur Sajat berlaku sebagaimana seorang pria selama beribadah umroh.