Ada cerita menarik soal Paspampres pengawal Gibran Rakabuming Raka. Personel Paspampres memiliki kemampuan tempur khusus.

Juru bicara Kancane Gibran Geess (Kagege), Imelda Yuniati, mengatakan, pengawal Wali Kota Solo terpilih itu ada yang menjadi juara dunia dalam lomba memanah kategori tentara. Ada juga yang pernah menjadi juara dunia perlombaan terjun payung.

“Setahu saya mereka prajurit-prajurit terpilih TNI yang mempunyai berbagai keunggulan dan berprestasi,” terangnya dikutip Minggu (21/2/2021).

Seperti dikutip solopos.com, Gibran Rakabuming Raka, 33, selalu dikawal oleh Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres termasuk nanti saat sudah dilantik menjadi Wali Kota Solo.

Pengawalan paspampres sudah terlihat selama kegiatan dalam penggalangan dukungan sebagai calon Wali Kota Solo Pilkada 2020.
Setiap kali blusukan kampung atau menghadiri pertemuan dengan kelompok masyarakat, Paspampres selalu menempel pada ayah Jan Ethes itu. Pasalnya, Gibran adalah putra sulung Presiden Jokowi.

Ada sekitar empat personel Paspampres yang mengawal Gibran dalam menjalani kegiatan sehari-hari.
Saat bertugas tim pengamanan relatif bisa membaur dengan kerumunan. Mereka biasanya mengenakan pakaian sipil seperti kaus berkerah hingga kemeja kasual.

Dalam menjalankan tugas pengawalan dan pengamanan tim Paspampres mempunyai metode tersendiri. Salah satunya selalu berada dalam jarak jangkau yang “aman” dengan subjek yang mereka kawal. Hal ini untuk mengantisipasi adanya ancaman atau gangguan.

Personel Paspampres akan mengawasi dengan ketat orang-orang yang mendekat atau berada dalam jarak jangkau dengan calon Wali Kota Solo Gibran. Dalam situasi kerumunan banyak orang, mereka akan menjaga agar Gibran tidak terlalu dekat dengan orang asing atau yang belum dikenal. Namun hal itu juga tergantung situasi dan kondisi lapangan.

Keahlian

Paspampres yang mengawal Gibran Rakabuming Raka sebagai putra Presiden Jokowi memiliki banyak keahlian.

Paspampres secara umum memang merupakan prajurit pilihan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Karena tuntutan tugas, mereka diseleksi secara ketat dan digembleng untuk menjadi prajurit pengawal dan pengamanan yang tangguh.

Para prajurit Paspampres diambil dari sejumlah kesatuan TNI seperti Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan kesatuan-kesatuan lain di TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU).

Mereka dipilih dari proses seleksi ketat yang tidak hanya memprioritaskan ketangguhan fisik, namun juga kecerdasan intelektual dan psikologis. Dalam menjalankan tugas Paspampres bisa mengambil tindakan tepat dengan tenang.

Soal kemampuan fisik, personel Paspampres termasuk yang menjadi pengawal Gibran tentu tidak diragukan lagi. Mereka sangat mahir dalam mengoperasikan berbagai jenis senjata api (senpi) dengan akurasi bidikan di atas rata-rata, serta menguasai sejumlah bela diri.

Mereka juga konon mempunyai kemampuan membaca gerak-gerik tubuh atau mimik wajah orang yang mempunyai niat jahat. Pasukan dengan moto “Setia Waspada” itu dibagi menjadi empat grup utama, yaitu Grup A, Grup B, Grup C, dan Grup D.

Setiap grup itu terdiri beberapa detasemen dan mempunyai subjek pengamanan sendiri. Pengamanan untuk keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tanggung jawab Grup A yang mempunyai kekuatan empat detasemen.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 59/2013, keluarga Presiden yang menjadi subjek pengawalan Paspampres mulai dari istri, anak dan menantu. Di Solo, putra sulung Jokowi, yaitu Gibran Rakabuming adalah salah satu yang mendapat pengawal dari paspampres.

Ada yang menarik dari penampilan personel Paspampres pengawal Gibran. Mereka tidak menunjukkan kegaharan sebagai pasukan tempur, melainkan tampil membaur dengan warga.

Hal itu terlihat dari gaya penampilan para personel Paspampres yang jarang sekali mengenakan seragam khusus. Mereka sering mengenakan pakaian sipil, seperti kaus berkerah, atau kemeja. Tidak ada penanda mereka adalah Paspampres.

Namun, bila diperhatikan lebih detail, para personel Paspampres ini memiliki ciri-ciri tersendiri. Kendati tampil seperti warga sipil, mereka cenderung berpenampilan rapi, memasang mimik wajah serius, serta selalu waspada saat bertugas.
Mereka juga selalu berada dalam jarak jangkau dengan subjek yang dikawal.