Pada awal Desember 2020, Forbes telah merilis daftar konglomerat tajir melintir di Indonesia pada 2020. Dan, kekayaan dua bersaudara Budi dan Michael Hartono, pemilik grup Djarum  Tercatat memiliki pundi kekayaan tertinggi senilai US$38,8 miliar, atau setara Rp549,27 triliun (kurs Rp14.156/US$).
            
Sedangkan posisi kedua ditempati keluarga Eka Tjipta Widjaja yang sebelumnya di peringkat ketiga. Dengan jumlah kekayaan US$11,9 miliar. Selanjutnya Prajogo Pangestu dengan jumlah aset US$6 miliar. Beda tipis dengan Anthoni Salim (Salim Grup) di posisi keempat dengan kekayaan US$5,9 miliar.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani beda pandangan terkait kelompok tajir melintir di tanah air. Menurutnya, sosok orang terkaya di Indonesia, bukanlah mereka yang telah disebutkan di atas.

Menurut Sri Mulyani, orang terkaya versi Sri Mulyani adalah Isa Rachmatarwata yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian keuangan. "Pak Isa Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, nah ini orang paling kaya di seluruh Indonesia. Memegang berapa pak, kekayaan negaranya pak Isa?," kata Sri Mulyani dalam video virtual Rabu (17/2/2021).

Kata dia, Dirjen Isa bisa kaya karena kekayaan di sini merujuk pada kekayaan negara yang dikelola sebagai pimpinan DJKN. DJKN adalah unit Kementerian Keuangan yang mengelola seluruh aset pemerintah, baik berupa barang maupun saham.
"Berapa sekarang ada di neraca kita, Pak?," katanya.

Sementara itu, Sri Mulyani menyebut seluruh calon ASN harus melakukan sinergi dengan divisi lain, misalnya dengan pihak di DJP, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), atau Direktorat Jenderal Anggaran. "Tidak bisa menjadi bendahara negara tanpa bekerja secara sinergi, yang satu kumpulkan penerimaan pajak, yang satu kumpulkan cukai," tandasnya.