Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan sejumlah barang mewah pembelian mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, yang diduga bersumber dari korupsi penetapan izin ekspor benih lobster (benur).

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (11/02/2021). Suharjito didakwa telah menyuap Edhy dengan US$103 ribu dan Rp706.055.440,00.

"Pada November 2020, Amiril Mukminin meminta Ainul Faqih melakukan perubahan jenis kartu debit platinum ke kartu debit emerald personal yang sumber dananya berasal dari rekening Ainul Faqih di Bank BNI nomor rekening 917678599 yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi dalam rangka perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada 17-24 November 2020," kata Jaksa Zainal Abidin, Kamis (11/02/2021).

Amiril yang merupakan sekretaris pribadi Edhy kemudian memerintahkan staf pribadi Iis Rosita Dewi (istri Edhy), Ainul Faqih, untuk menyerahkan Kartu BNI Debit Emerald Personal tersebut kepada Edhy melalui Roni.

Sejumlah barang yang dibeli Edhy saat berada di Amerika Serikat yang dibacakan dalam dakwaan tersebut antara lain:

1. Satu buah jam tangan pria merek Rolex tipe oyster perpetual warna silver.
2. Satu buah jam tangan wanita merek Rolex tipe oyster perpetual datejust warna rosegold.
3. Satu buah jam tangan wanita merek Rolex tipe oyster perpetual datejust warna rosegold dan silver.
4. Satu buah dompet merek Tumi warna hitam.
5. Satu buah tas koper merek Tumi warna hitam.
6. Satu buah tas kerja/ bisnis merek Tumi.
7. Dua buah pulpen Mount Blanc beserta dua isi ulang pulpen.
8. Satu buah tas koper merek Louis Vuitton warna gelap bermotif LV jenis soft trunk.
9. Satu buah tas merek Bottega Veneta Made In Italy.
10. Satu buah tas merek Louis Vuitton warna gelap bermotif LV jenis soft trunk.
11. Satu pasang sepatu pria merek Louis Vuitton warna hitam.
12. Satu buah tas merek Hermes Paris Made In France yang berwarna cokelat krem.
13. Satu buah tas koper merek Tumi warna hitam.
14. Beberapa buah baju, celana, tas, jaket, dan jas hujan merek Old Navy dengan rincian sebagai berikut:

Satu buah baju anak-anak merek Old Navy.
19 celana merek Old Navy.
Satu tas anak berwarna biru dongker merek Old Navy.
Lima buah jaket hoodie merek Old Navy.
12 jas hujan berwarna hijau army merek Old Navy.
15. Satu buah baju merek Brooks Brothers berwarna biru.
16. Satu buah celana merek Brooks Brothers slim fit berwarna biru dongker.
17. Enam buah parfum merek Blue de Chanel Paris warna biru navy ukuran 100 ml.

"Total belanja Edhy Prabowo dengan menggunakan Kartu BNI Debit Emerald Personal atas nama Ainul Faqih adalah sejumlah Rp753.655.366,00," kata Jaksa.

Edhy juga disebut membeli delapan unit sepeda seharga total Rp118.400.000,00.

Setiba di Indonesia dari Amerika Serikat, Jaksa mengungkapkan Edhy, Iis beserta rombongan ditangkap oleh tim KPK di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 24 November 2020.

Dalam perkara ini, Suharjito didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Menanggapi surat dakwaan JPU tersebut, Ahli Ekonomi, Pengajar, Mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia, Prof. Dr. Drs. Emil Salim, M.A., mengaku terenyuh (sedih). 

Ingatannya, kata Emil Salim, melayang ke hasrat Wakil Presiden Pertama Indonesia, Muhammad Hatta yang berhasrat membeli sepatu merk Bally, namun tidak tercapai karena gajinya tidak mencukupi.

"Hati trenyuh membaca “Tempo” beritakan belanja mantan Menteri Kelautan & Perikanan beli jam-tangan Rolex & barang2 lux lainnya dan ingatan melayang ke hasrat WAPRES Bung Hatta hanya ingin beli sepatu Bailey (maksudnya Bally - red), namun maksud tak sampai karena gaji tak cukup," cuit Emil Salim di akun twitter pribadinya, @emilsalim2010 yang dikutip bizlaw.id Sabtu (13/02/2021).

Cuitannya yang diunggah pukul 12.44 Wib itu hingga pukul 13.34 Wib sudah dibaca oleh 1,757 follower-nya dan di-retweet oleh hampir 100 follower dan dusukai oleh 6,514 follower.

Salah satunya yang berkomentar adalah Mantan Ketua DPR-RI, Dr.H. Marzuki Alie melalui akun twitter pribadinya, @marzukialie_MA. 

"Ya prof, lemahnya iman yang membuat manusia2 menjadi serakah."

Follower lain, SwEP (stand with endangered people) Clock face ten oclock dengan akun @yuesefa mengatakan, "Kita sekarang dalam pengelolaan rezim yang amburadul, prof.
Amburadul dari presiden sampai ke muspida di bawahnya."

Hery dengan akun @Heripolitia juga berkomentar, "Jika setiap.jbatan apapun dimaknai sebagai amanah  yg akan dimintai pertanggung jawabannya tidak hanya di dunia namun juga di pengadilan akherat kelak,. Maka tentu akan ditunaikan dgn sebaik2nya & selurus2nya prof."

HAJI. BIDEN dengan akun @zhamjie malah menyinggung mengapa Bung Hatta sampai tidak sanggup hanya membeli sepatu Bally sementara presidennya -- saat itu dijabat Ir. Soekarno -- hidup denang.

"Kok bisa duitnya wapres ga cukup beli sepatu, smntara presidennya kelihatan hidup senang dan istrinya bisa hidup mewah???"