Mabes Polri memastikan akan menindaklanjuti laporan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Novel dilaporkan oleh DPP Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) lantaran diduga melakukan ujaran kebencian terkait cuitannya atas meninggalnya Soni Eranata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi.

"Seluruh laporan masyarakat tentunya akan diterima oleh Polri. Termasuk juga laporan terhadap Novel Baswedan akan diterima," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi di Mabes Polri, Kamis (11/02/2021).

Rusdi menjelaskan, pihaknya akan mempelajari laporan terhadap Novel tersebut untuk melihat apakah ada unsur pidana.

"Akan kita pelajari dan akan kita tindak lanjuti terhadap laporan yang disampaikan warga masyarakat ini," ujarnya.

Adapun cuitan Novel Baswedan yang dilaporkan adalah 'Innalillahi wa innailaihi rojiun. Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah. Apalagi dengan ustadz. Ini bukan sepele lho..,' ujar Novel melalui akun twitter @nazaqista, pada Selasa, 9 Februari 2021.

Dalam laporan itu Novel dianggap melanggar Pasal 14, Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 dan juga UU ITE Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat 2 UU 18 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008.