Aktivis Katolik Aloysius Hartono menyoroti penahanan terhadap Habib Rizieq yang ia sebut sebagai kriminalisasi dan ketidakadilan yang mencoreng pemerintahan Jokowi dan juga generasi saat ini. 

Pemerintah sedang menggali kuburnya sendiri dengan memusuhi umat Islam khususnya yang berseberangan politik dalam hal ini Habib Rizieq Syihab (HRS).

“Bila pemerintah terus memusuhi dan berbuat jahat kepada tokoh agama dari umat mayoritas (Muslim), khususnya yang berseberangan pilihan politik dengan pemerintah, dalam hal ini HRS, saya berani mengatakan itu berarti pemerintah sedang menggali kuburnya sendiri,” ujarnya. dalam sebuah tulis berjudul “Kriminalisasi Terhadap HRS Berlebihan! Ini Aib Buruk Bangsa Yang Juga Mencoreng Generasi Kita”

Aloysius mempertanyakan kedamaian di Indonesia jika ulama besar yang dicintai umat HRS dikriminalisasi.

“Karena bagaimana mungkin kedamaian dan kerukunan akan datang di negeri ini bila Tokoh Ulama besar dari umat agama mayoritas terus diganggu, dikriminalisasi dan dipenjarakan?” tanya Alysius Hartono.

Ia sebagai minoritas saja merasa takut sikap pemerintah terhadap kelompok mayoritas di Indonesia.

“Kami pun umat minoritas sangat khawatir melihat hal itu,” paparnya.

Aloysius meminta pemerintah mengulangi kesalahan yang sama, yang dulu telah dilakukan oleh Soekarno dan Soeharto. Mereka tidak adil, akhirnya mereka pun dijatuhkan oleh rakyat.

“Karena itu saya sangat khawatir, sekali lagi sangat sangat khawatir,  kriminalisasi yang terus menerus terhadap HRS ini suatu saat akan membuat umat Islam “meledak”,” jelas Aloysius.

Umat Islam yang selama ini marah namun masih diam dan bersabar, jangan pernah dianggap berarti mereka menyetujui HRS dikriminalisasi, jangan salah.

“Mereka masih diam, itu betul, tapi mereka jelas marah dan tak terima melihat Ulamanya dikriminalisasi, dan kemarahan itu suatu saat bisa meledak, apalagi bila ternyata ada hal-hal buruk yang menimpa HRS di tahanan,” pungkasnya.