Dengan pengawalan dari Polres Berau dan Kodim 0902/Trd, Vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Kabupaten Berau melalui Bandar Udara Kalimarau, Kalimantan Timur. Senin (25/1/2021) sekitar pukul 16.30 WITA.

Kasat Binmas Polres Berau AKP Sutrisno menyebut, sebanyak 16 personel Polres Berau mengawal kedatangan vaksin buatan perusahaan biofarmasi asal Tiongkok itu.

“Ini kita kawal hingga sampai di Gudang Farmasi Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Vaksin yang berjumlah 6 dus yang berisi 4000 dosis vaksin itu kemudian langsung dibawa ke Gudang Farmasi Kabupaten Berau yang terletak di seberang Rumah Sakit Umum Daerah dr Abdul Rivai, Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb, yang tiba pukul 17.30 WITA.

“Untuk pengamanan vaksin yang disimpan di Gudang Farmasi, kita siapkan 21 personel yang kita bagi menjadi 3 shift. Jadi tiap satu shift dijaga oleh 6 bintara ditambah satu perwira,” tuturnya

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menjelaskan, vaksin ini rencananya akan diberikan kepada 2 ribu penerima. Untuk tahap pertama ini diprioritaskan untuk 1185 tenaga kesehatan atau Nakes, baik yang menangani COVID-19, nakes puskesmas, rumah sakit maupun swasta. Untuk vaksinasi COVID-19 sendiri akan dimulai pada Kamis 28 Januari 2021 sekitar pukul 09.00 WITA mendatang di Balai Mufakat Tanjung Redeb.

“Hari pertama itu 10 tokoh di Kabupaten Berau, nanti kita bagikan siapa saja penerima pertama vaksin COVID-19. Sedangkan vaksinasi di puskesmas atau rumah sakit kemungkinan bisa dilakukan esoknya, Jumat 29 Januari 2021,” ujarnya.

Untuk proses vaksinasi nantinya, akan dibatasi 20 pasien untuk setiap sesi vaksinasi per hari.

“Tapi nanti bisa diatur hingga 40 pasien atau 2 sesi vaksinasi tiap harinya. Tergantung kemampuan petugas,” ungkapnya.

“Pemberian vaksin ini kan untuk satu orang, dua kali divaksin. Habis 14 hari, orang itu akan divaksin lagi. Jadi, kita usahakan melakukannya dengan cepat, untuk mencegah overload pasien,” bebernya.

Distribusi vaksin COVID-19 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur itu kemudian dibawa oleh Biofarma melalui perjalanan udara. Kedatangan vaksin COVID-19 itu dikawal ketat oleh Kepolisian dan TNI menuju Gudang Farmasi yang terletak di seberang Rumah Sakit Umum Daerah dr Abdul Rivai, Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb, yang tiba pukul 17.30 WITA.

Iswahyudi menyebut, untuk penyimpanan vaksin asal Tiongkok itu harus disimpan pada ruangan tertutup dengan suhu antara 2 hingga 8 derajat celcius.

“Jadi nanti kita keluarkan vaksinnya dari kardus,” ujarnya.

Untuk vaksinasi tahap kedua nantinya, barulah untuk TNI-Polri, lansia, masyarakat dengan kondisi yang sangat rentan terpapar COVID-19.

“Prosesnya ini akan memakan waktu sangat lama, bisa mencapai satu tahun baru selesai,” tutupnya.