Anies Baswedan bakal banyak mendapat lawan dalam kontestasi Pilkada DKI. Penantang terbaru itu kemungkinan datang dari orang dekatnya Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Ariza).

Ariza yang juga politikus Gerindra itu diprediksi maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta mendatang. Ariza akan bertarung tanpa berpasangan dengan Gubernur petahanan DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Potensial Riza Patria maju sendiri menantang Anies," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, Minggu, 24 Januari 2021.

Menurut Adi, situasi itu sangat mungkin terjadi. Apalagi, hubungan Anies dan Partai Gerindra tak lagi mesra. Sedangkan, Ariza merupakan Ketua DPD Partai Gerindra DKI.

Pilgub DKI juga diperkirakan diisi tiga poros. Menteri Sosial Tri Rismaharini diprediksi ikut bertarung dalam perebutan kursi DKI satu.

"Risma dan Riza Patria (yang) paling mungkin melawan Anies di pilkada nanti. Dua sosok yang relatif diperhitungkan publik Jakarta," ucap Adi dikutip medcom.id.

Adi meminta kedua nama tersebut bersiap menghadapi Anies yang masih difavoritkan di Ibu Kota. Anies juga diminta tak jemawa. Anies harus menjaring dukungan kuat dari partai politik pengusung.

"Tinggal Anies memastikan dukungan parpol untuk daftar ke KPU Jakarta. Kalau tak ada, terpaksa lewat independen," ujar Adi.

Sebanyak 101 kepala daerah meliputi sembilan provinsi, termasuk DKI Jakarta, masa jabatannya akan berakhir pada 2022. Namun, pelaksanaan waktu penyelenggaraan pilkada masih menunggu keputusan DPR.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan berpegang teguh pada amanat UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Beleid itu mengatur pelaksanaan pilkada serentak nasional akan diselenggarakan pada November 2024.