Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko meminta publik, khususnya kader dari ormas Muhammadiyah dan NU yang tersinggung untuk tidak melaporkan Pandji ke polisi.

Hal itu dikatakan Budiman terkait pernyataan Panji dalam video yang diunggahnya tanggal 4 Januari 2021.

Pandji, dalam video tersebut membahas tentang pembubaran FPI, dan menyinggung soal NU dan Muhammadiyah. Ia mengutip ucapan Thamrin Tomagola tentang FPI.

Menurut Budiman, pernyataan Panji tak perlu dilaporkan karena sangat mudah untuk dibantah.

"Pernyataan Pandji sangat mudah dibantah dan harus dibantah. Sangat retoris dan menunjukan keberpihakan-nya secara sadar. Meski mengutip pendapat orang lain, dia sudah mengambilnya sebagai pendapatnya juga. Itu haknya. Sebaiknya dibantah. Tapi tak usah diadukan ke polisi,” tutur Budiman lewat akun Twitter pribadinya, Kamis (21/01).

Mantan anggota DPR itu meyakini bahwa Pandji bukan orang yang bodoh. Sehingga bisa untuk diajak berdebat.

Dia mengingatkan bahwa di negara demokratis yg matang, argumen yang cerdas atas opini apapun jangan sampai dipidanakan.

"Jika lantas argumennya terbukti tak cerdas, itu juga bukan kejahatan, cuma menunjukkan kualitasnya," demikian Budiman.

Diketahui, nama Pandji Pragiwaksono tiba-tiba saja bertengger di trending topic Twitter hari ini (21/1/2021). Kali ini namanya ramai karena video yang diunggahnya tanggal 4 Januari 2021.

Pandji, dalam video tersebut membahas tentang pembubaran FPI, dan menyinggung soal NU juga Muhammadiyah.

"Di beberapa bagian Jakarta, para ibu lebih rela anaknya dititipin ke FPI daripada mabuk ga jelas, ngaji aja sama FPI," kata Pandji dalam video tersebut mengutip kembali ucapan Thamrin Tomagola tentang FPI. 

Di video, Pandji juga mengatakan alasan kenapa FPI bisa dekat dengan masyarakat sedangkan tidak demikian dengan NU dan Muhammadiyah.

"Pintu rumahnya FPI kebuka untuk warga, jadi orang kalau mau dateng bisa, 'lu mau apa, lu ngobrol sama gua', yang NU sama Muhammadiyah karena udah terlalu tinggi dan elitis, warga tuh enggak ke situ, warga justru ke nama-nama besarnya FPI," kata Pandji.

Ucapan Pandji tersebut, diakuinya sebagai kutipan dari sosiolog Thamrin Tomagola. Namun banyak orang menyayangkan apa yang diucapkannya.

Pandji lantas memberikan jawabannya. "Mohon maaf, tapi belom ditonton ya sumber video yang dijadikan kutipan? Saya bilang bahwa itu ucapan sosiolog, Pak Thamrin Tomagola waktu saya interview beliau di Hard Rock FM Jakarta awal 2012," tulis Pandji.