Saat ini, sejumlah nama calon anggota dewan pengawas (Dewas) sudah di tangan  Ketua DPR Puan Maharani. Paling tidak ada tiga nama calon Dewas LPI yang dikirim Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 12 Januari 2021.

Mengingatkan saja, presiden memang telah mengirimkan tiga mana calon Dewas LPI ke DPR, melalui proses konsultasi, pekan lalu. Ketua DPR Puan Maharani menyebutkan ketiga nama tersebut, yakni Haryanto Sahari, Darwin Cyril Noerhadi, dan Yozua Makes.

"Ketiga nama itu yang dipilih presiden dan dikirim kepada DPR untuk dikonsultasikan, sejak 12 Januari," ujar Puan usai pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video, dikutip dari Katadata.co.id, Rabu (20/1/2021).   

Yozua Makes merupakan pendiri sekaligus pemilik Plataran Group yang bergerak di bidang perhotelan. Nama Plataran Group sempat hangat lantaran disebut-sebut sebagai investor di Taman Nasional Komodo.

Selain terlibat dalam bisnis perhotelan, Yozua merupakan pengacara di bidang keuangan perusahaan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang praktik keuangan perusahaan, merger dan akuisisi, serta pasar modal dan hukum investasi. Ia juga menjadi dosen di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Universitas Pelita Harapan.

Calon kedua, yakni Darwin Cyril Noerhadi merupakan Komisaris Utama Creador Indonesia, perusahaan yang bergerak dibidang private equity. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Medikaloka Hermina Tbk, dan pernah menjadi Komisaris Utama Mandiri Sekuritas.

Adapun Haryanto Sahari merupakan Komisaris Independen Permata Bank sejak tahun 2017. Selain itu, ia menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bukit Barisan Indah Prima sejak September 2011, Anggota Komite Audit di UI sejak November 2016, dan Anggota Komite Audit PT Unilever, Tbk. sejak Oktober 2016.

Dewan pengawas LPI akan terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan tiga anggota dari kalangan profesional tersebut. Setelah dewan pengaws ditetapkan, selanjutnya akan dibentuk beberapa komite antara lain berfungsi untuk memilih dewan direktur sebanyak lima orang dari kalangan profesional.

Presiden Joko Widodo sebelumnya memastikan pemerintah akan menyetorkan modal tunai sebesar Rp 15 triliun dan saham BUMN senilai Rp 50 triliun ke lembaga tersebut. "Saya tadi juga bisik-bisik dengan Ibu Menkeu, berapa target investasi yang akan masuk ke INA dalam 1-2 bulan lembaga ini berdiri? Di jawab kira-kira US$ 20 miliar, ini dana yang besar sekali," ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa keuangan 2021 melalui streaming video, Jumat (15/1).

Jokowi berharap, LPI dapat menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan. Lembaga ini juga diharapkan nenjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan. Lembaga ini juga diharapkan andal dan terpercaya untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Adapun LPI akan mendapatkan modal awal Rp75 triliun. Dengan modal tersebut, lembaga yang akan dinamakan Indonesia Investment Authority (INA) tersebut berpotensi menarik investasi hingga mencapai Rp500 triliun pada masa awal pembentukannya. "Tidak akan memakan waktu yang lama untuk LPI mengelola investasi Rp500 triliun," ujar Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin webinar SWF Effect bagi Ekonomi, Kamis (14/1).

Hal ini mengingat aset yang berada dalam pipeline atau daftar invest asiLPI cukup besar, seperti proyek jalan tol, bandara, hingga pelabuhan. Daftar proyek yang akan masuk dalam rencana invesasi LPI ini harus sudah tersedia saat lembaga ini beroperasi sebelum 1 April 2020. "Saya optimistis lembaga ini akan roll over dengan cepat, tetapi kita tetap harus hati-hati," ujar dia.