Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan patut khawatir dengan gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini. Pasalnya, Risma diketahui belakangan ini banyak melakukan blusukan, termasuk menyapa tunawisma yang ada di DKI Jakarta. 

"Ketika masih menjadi wali kota Surabaya, Risma belum menjadi ancaman. Namun ketika dia menjadi menteri, sepertinya akan menjadi ancaman bagi Anies," ujar pengamat politik Ujang Komarudin kepada JPNN.com, Senin (18/1). 

Gebrakan Risma di DKI Jakarta, menurut dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini, secara tidak langsung bakal mengganggu elektabilitas Anies. 

"Terbukti, ketika Risma blusukan di DKI langsung direspons negatif oleh para pendukung Anies. Artinya, memang mereka merasa ada ancaman dari segi popularitas dan elektabilitas," ucapnya dikutip JPNN.com.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini lebih lanjut menilai, Anies Baswedan tentu tidak ingin basis dukungannya menyusut. 

Pasalnya, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu baru satu periode menjabat gubernur DKI Jakarta. Selain itu, namanya belakangan juga kerap disebut-sebut berpotensi maju sebagai capres di Pilpres 2024.

Karena itu, menjaga elektabilitas tetap tinggi, menjadi sebuah kewajiban. 

Terlebih jika pada 2022 diputuskan tidak ada pilkada dan digabung secara serentak bersamaan dengan Pileg dan Pilpres pada November 2024. 

"Jika Pilkada 2024, maka Risma berpeluang jadi gubernur. Nah, masa jabatan Anies yang terpilih di 2017 kan habisnya di 2022. Artinya, ada jeda dua tahun ke 2024 Anies menganggur," ucapnya. 

Ujang menegaskan, jeda dua tahun tanpa jabatan merupakan waktu yang cukup panjang. Kondisi tersebut tentu sangat tidak baik bagi elektabilitas Anies nantinya. 

"Dari 2022 ke 2024 Anies menganggur, tak punya posisi karena tak lagi jadi gubernur DKI. Nah inilah yang kemungkinan akan dimanfaatkan oleh Risma. Untuk saat ini mungkin belum akan menggerus elektabiltas Anies, karena gebrakan Risma langsung di-counter oleh pendukung Anies, tetapi sangat mengganggu Anies," pungkas Ujang.