Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad berada di peringkat 14 dalam daftar 20 Ekstrimis Paling Berbahaya di Bumi versi Counter Extremism Project (CEP), organisasi non-profit yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS).

CEP dalam ulasannya mengatakan, Mahatir masuk dalam daftar karena dianggap sosok kontroversial. "Mahathir kerap mengritisi negara Barat, komunitas LGBT, dan masyarakat Yahudi," ulas CEP dikutip World of Buzz Senin (11/1/2021).

Organisasi non-profit itu menerangkan, pada 2019 Mahatir sempat menyebut ekstremisme bakal menyebar ke Asia Tenggara. Menurutnya, skenario itu akan terjadi karena pemerintah gagal membendung gelombang milisi yang berbondong-bondong ke kawasan tersebut.

Pernyataan Mahatir soal pemenggalan guru di Perancis bernama Samuel Paty, juga disorot CEP.

Usai Samuel Paty dipenggal Abdoullakh Anzorov, karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya, Mahatir komentar begini, "Muslim berhak marah dan membunuh jutaan orang Perancis untuk pembantaian di masa lalu".

Berikut daftar 20 Ekstrimis Paling Berbahaya di Bumi versi CEP;


1. Hassan Nasrallah/Lebanon (Sekjen Hizbullah)

Nasrallah menyerukan balas dendam terhadap Amerika Serikat setelah serangan udara AS menewaskan komandan Pasukan IRGC-Quds Qasem Soleimani di Irak pada 3 Januari 2020.

2. Amir Muhammad Sa'id Abdal-Rahman al-Mawla (Irak), Pemimpin ISIS

Pengganti Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS. Abdal-Rahman al-Mawla sebelumnya dikenal sebagai pemimpin teroris senior di Al-Qaeda, sebelum berkiprah di ISIS.

3. Ismail Haniyeh (Palestina), Kepala Politik Hamas

Haniyeh adalah kepala biro politik Hamas. Ia pernah menjabat sebagai wakil pemimpin Hamas antara 2014 dan 2017 dan sebagai perdana menteri Hamas di Gaza antara 2007 dan 2014.

4. Beate Zschäpe (Jerman), Pemimpin Ekstremis Neo-Nazi NSU Jerman
Zschäpe, bersama dengan Uwe Mundlos dan Uwe Böhnhardt, mendirikan National Socialist Underground (Nationalsozialistischer Untergrund atau NSU)—sebuah organisasi teroris sayap kanan dan neo-Nazi pada awal 1990-an.

Zschäpe dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 11 Juli 2018, setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang pada tahun 2011, menyusul perampokan yang gagal yang menyebabkan terbongkarnya NSU.

5. Yusuf al-Qaradawi (Mesir), Ikhwanul Muslimin

Qaradawi adalah salah satu ulama Sunni Islam yang paling berpengaruh. Retorika dan fatwa Qaradawi telah menunjukkan dukungannya terhadap terorisme.

6. Stanislav Anatolyevich Vorobyev (Rusia) Pemimpin Neo-Nazi Rusia

Vorobyev merupakan pendiri dan salah satu pemimpin Gerakan Kekaisaran Rusia (RIM) pada 2002, sebuah organisasi teroris yang ditunjuk AS yang bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan gaya paramiliter kepada neo-Nazi dan supremasi kulit putih.

7. Ashin Wirathu (Myanmar) Pemimpin Ekstremis anti-Muslim Myanmar

Wirathu, pemimpin kelompok Buddha anti-Muslim. 'Gerakan 969,' secara teratur menyerukan umat Buddha Myanmar untuk memboikot bisnis Muslim.

Wirathu menjalani hukuman penjara selama hampir satu dekade karena memicu konflik agama, dan dibebaskan pada 2012.

8. Jehad Serwan Mostafa (Amerika Serikat), Antek Tertinggi Al-Shabaab

Mostafa diyakini sebagai warga negara AS berpangkat tertinggi di luar negeri yang memiliki hubungan dengan kelompok teroris asing.

Pada 2011, ia muncul dalam konferensi pers dalam upaya yang jelas untuk memfasilitasi kemitraan antara al-Shabaab dan kelompok teroris lainnya. Sejak 2012, al-Shabaab secara resmi telah berafiliasi dengan al-Qaeda.
 
9. Martin Sellner (Austria), Pemimpin Kelompok Sayap Kanan GI Austria

Sellner adalah etno-nasionalis Austria dan pemimpin Identitären Bewegung (Gerakan Identitarian), juga disebut sebagai Generation Identity (GI).

GI adalah gerakan pemuda pan-Eropa yang berasal dari Prancis pada tahun 2012 sebagai sayap pemuda gerakan Les Identitaires Prancis. Sejak itu GI menyebar ke lima wilayah lain di Eropa, seperti Inggris dan Irlandia.
 
10. Ahmad al-Hamidawi (Irak) Sekjen Kata'ib Hizbullah

Hamidawi dilaporkan bergabung dengan Kata'ib Hizbullah pada tahun 2007, tak lama setelah berdirinya kelompok itu.

Dia menerima pelatihan politik, militer, dan intelijen dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan segera dipromosikan ke Dewan Shura Kata'ib Hizbullah.

11. Adel Abdel Bary (Mesir), Propagandis Al-Qaeda

Bary adalah propagandis al-Qaeda yang berbasis di Eropa pada tahun 1998. Pada tahun 1999, detektif Scotland Yard menangkap Bary sebagai rekan konspirator dari dua serangan pengeboman di kedutaan AS di Nairobi dan Dar Es Salaam.

Pada 2012, Bary diekstradisi ke Amerika Serikat di mana ia mengaku membantu merencanakan pengeboman.

Pada 11 Desember 2020, Bary dideportasi kembali ke Inggris di mana MI5 dan polisi kontraterorisme sedang meninjau kembali dan pemukiman kembalinya.
 
12. Ahmed Umar Abu Ubaidah (Somalia), Pemimpin Al-Shabaab

Abu Ubaidah adalah pemimpin kelompok teroris Somalia saat ini al-Shabaab. Pada November 2019, Abu Ubaidah muncul dalam video yang menyebutkan Amerika Serikat sebagai target utama kelompok itu dan menuntut pendukung menyerang orang Amerika di mana pun mereka bisa.
 
13. Anjem Choudary (Inggris), Ulama Pendukung ISIS

Anjem Choudary dan Bakri Mohammed mendirikan al-Muhajiroun pada tahun 1996 setelah Bakri Mohammed dikeluarkan dari jaringan Islam internasional Hizb ut-Tahrir.

Choudary dan al-Muhajiroun telah dikaitkan dengan beberapa ekstremis terkenal, dan kelompok itu secara terbuka memuji serangan 9/11.
 
14. Mahathir Mohamad (Malaysia), mantan Perdana Menteri

CEP menggarisbawahi kebijakan anti-Semitisme (anti-Yahudi) Mahathir, kritik terhadap Barat dan komunitas LGBT. CEP menyoroti komentar pria yang akrab disapa Dr M setelah pemenggalan Samuel Paty,  "Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis atas pembantaian di masa lalu."




15. Mullah Fateh Krekar (Irak), Ulama Jihad Irak-Kurdi

Krekar adalah seorang pengkhotbah jihadis dan militan Kurdi Sunni Irak yang melakukan perjalanan ke Norwegia sebagai pengungsi dari Kurdistan Irak pada tahun 1991.

Pada 26 Maret 2020 ia dikonfirmasi oleh otoritas Norwegia telah diekstradisi ke Italia di mana ia dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena memimpin jaringan jihadis.

16. Rinaldo Nazzaro (Rusia), Pemimpin Kelompok Supremasi Kulit Putih Rusia

Nazzaro meluncurkan supremasi kulit putih yang dibamakan The Base pada Juni 2018.

The Base adalah jaringan neo-Nazi, yang menggambarkan dirinya sebagai "jaringan survivalist dan pertahanan diri internasional" yang berusaha melatih anggota mereka untuk memerangi perang ras.

17. Simon Lindberg (Swedia), Pemimpin Neo-Nazi Swedia

Lindberg adalah pemimpin kelompok supremasi dan neo-Nazi Gerakan Perlawanan Nordik (NRM) cabang Swedia, yang dibentuk pada tahun 1997.

NRM berusaha menggabungkan semua negara Nordik menjadi negara tunggal nasionalis-sosialis, baik oleh pemilu atau melalui revolusi.

Pada Januari 2018, pengadilan Swedia memvonis Lindberg "menghina kelompok berdasarkan ras, warna kulit, asal kebangsaan atau etnis mereka dengan meneriakkan 'Sieg Heil' sambil mengangkat lengan kanannya ke atas" selama unjuk rasa November 2016.

18. Samantha Lewthwaite (Irlandia Utara), Anggota Al-Shabaab

Lewthwaite, alias "Janda Putih," adalah terduga anggota al-Shabaab dan mantan istri pembom teroris London 7/7, Germaine Lindsay.

Lewthwaite diduga pindah ke Kenya pada tahun 2007 atau 2011 dengan paspor palsu atas nama Natalie Faye Webb, dan tak lama kemudian mulai bekerja sama dengan kelompok ekstremis di Afrika timur.
 
19. Tooba Gondal (Inggris), Perekrut Pengantin ISIS

Gondal adalah perekrut Inggris-Pakistan kelahiran Prancis untuk ISIS. Dia sangat penting dalam merekrut pengantin "jihad" untuk militan ISIS di Suriah, yang dia lakukan melalui platform media sosial, khususnya Twitter.

Saat masih berstatus mahasiswa di Goldsmiths, University of London, ia menjadi radikal dan kemudian melakukan perjalanan ke Suriah bersama suaminya, perekrut ISIS Abu Abbas al-Lubnani.

Selama di Suriah, Gondal diduga melakukan pelatihan senjata. Namun, setelah penangkapannya oleh pasukan yang dipimpin Kurdi dan akhirnya dideportasi ke Prancis dari Turki pada 2019, dia mengklaim telah kehilangan keyakinan ekstremisnya dan berusaha untuk kembali ke Inggris.
 
20. David Myatt (Tanzania), Eks-Neo-Nazi Beralih ke Ekstremisme Islam

Myatt adalah pendiri The Order of Nine Angles (ONA atau O9A)—sebuah kelompok neo-Nazi yang berbasis di Inggris yang didirikan pada 1970-an.

Kelompok ini menghormati Adolf Hitler dan menjiwai simbologi Nazi dengan makna mistis.

Selama tahun 1990-an, Myatt adalah salah satu pendiri Gerakan Sosialis Nasional Inggris (NSM) garis keras dan dilaporkan sebagai pemimpin dalam Combat 18, sebuah kelompok kanan-jauh yang kejam.

Pada tahun 2006, Myatt masuk ke dalam bentuk Islam yang ekstrem dan mendukung membunuh murtad Muslim.

Dia mengklaim bahwa kelompok sayap kanan tidak mampu memunculkan revolusi sosial dan Islam adalah jawabannya.

Myatt mengklaim telah meninggalkan ONA tetapi masih mempertahankan hubungan dengan organisasi.