Pemerintah diminta segera mengatasi masalah keterbatasan rumah sakit dan ketersediaan tenaga medis. Kedua masalah tersebut jadi kendala dalam menangani pasien COVID-19.

Hal itu diungkapakan Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay di sela-sela rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, juga dihadiri Kepala BPOM dan Dirut PT Bio Farma di Gedung DPR, Jakarta. Selasa kemarin.

"Kami mendorong seluruh fasilitas kesehatan pemerintah agar dapat dimaksimalkan untuk menangani pasien COVID-19, disamping rumah sakit swasta juga dapat diajak berpartisipasi di tengah pandemi ini," kata Saleh.

Saleh mengatakan, jika rumah sakit pemerintah penuh, rumah sakit swasta harus turut serta membantu penanganan para pasien. "Jangan ada rumah sakit swasta yang mengecualikan diri, mereka harus siapkan IGD dan ruang-ruang kamar tidur untuk rawat inap pasien," kata politikus fraksi PAN ini.

Soal kekurangan tenaga medis untuk menangani pasien COVID-19. Saleh mendorong upaya pemerintah untuk melakukan penambahan tenaga medis, selain itu tak menutup kemungkinan ada keringanan pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi calon tenaga medis yang akan direkrut pemerintah.

"Diharapkan dengan penambahan tenaga kesehatan maka akan dapat menangani jumlah pasien COVID-19 yang saat ini masih banyak," sebut Saleh.

Ia menambahkan, penanganan yang efektif dan efisien yang masyarakat harapkan, tentunya disertai dengan pengawasan dari pihak-pihak yang berwenang.