Kebijakan pemerintah yang mengizinkan tingkat okupansi penumpang pesawat hingga 100 persen berseberangan dengan semangat menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang terus digaungkan Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

"Mengizinkan ruang pesawat 100 persen sudah mengabaikan jaga jarak. Dengan alasan syarat test sudah diketatkan, tidak masuk akal," kata mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie di akun Twitternya, Selasa (12/01/2021).

Menurut Marzuki Alie, syarat tes yang diharuskan kepada penumpang pesawat bisa saja hasilnya meleset. Sebab, ada kemungkinan penumpang baru terdeteksi terjangkit COVID-19 usai dilakukan tes.

"Apalagi 3 baris disiapkan untuk yang terindikasi Covid, bahaya sekali. Ruang pesawat tertutup," kritiknya.

Di sisi lain, kebijakan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan 3/2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi COVID-19 di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga tak masuk akal.

"PPKM dengan melonggarkan prokes, sangat tidak rasional. Penyebaran Covid di dalam ruang pesawat sangat mungkin terjadi tanpa ada jaga jarak. Mohon Presiden Jokowi, kebijakan tersebut ditinjau kembali, ini kontraproduktif dengan PSBB superketat seperti disampaikan Gubernur Anies Baswedan," pungkasnya.