Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tetap mengedepankan azar praduga tak bersalah dalam kasus korupsi dana bansos yang menyeret nama putra Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, seperti dilansir rri, mendesak KPK) tetap memeriksa Gibran dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Intinya KPK tak boleh pandang bulu. Siapapun yang terlibat dalam kasus Bansos harus diusut. Keadilan harus ditegakkan kepada siapapun," kata Ujang.

Sebelumnya KPK telah merespons kasus tersebut. Wakil Ketua KPK, Nurut Ghufron menyatakan bahwa KPK akan menerima informasi dari pihak manapun terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) di Kemensos.

"Jadi, KPK sekali lagi menerima siapa pun akan memberikan info kepada penegak hukum pemberantasan korupsi khususnya soal COVID-19 ini termasuk bantuan sosial di Kemensos termasuk kepada siapa pun termasuk yang dipertanyakan keberadaan Saudara Gibran Rakabuming," kata Ghufron.

KPK, imbuhnya, akan tetap melakukan proses hukum secara profesional terhadap siapa pun itu jika memang ada pihak lain terlibat dalam kasus korupsi bansos tersebut.

"Sekali lagi semua itu info dan KPK akan tetap melakukan proses secara hukum baik penelusuran keberadaan tersebut melalui proses penyelidikan. Bagi KPK sekali lagi, KPK akan tegas melakukan proses hukum secara profesional siapa pun itu, KPK akan menegakkan," ujarnya.

Menurutnya, KPK akan menyaring segala informasi yang masuk berkenaan dengan kasus tersebut sebelum nantinya didalami lebih lanjut.

"Semua info itu kami akan "filter", nanti apakah kemudian info itu adalah info yang memerlukan pendalaman atau tidak, perlu didalami atau tidak, berkenan tersebut ada buktinya atau tidak, semua akan kami tindaklanjuti," jelasnya.

Sementara Gibran sendiri telah membantah adanya informasi bahwa pihaknya terlibat dalam kasus dugaan korupsi bansos tersebut.

Melalui siaran pers, Jakarta, Senin (21/12), Gibran menekankan bahwa pihaknya tidak pernah ikut campur atau merekomendasikan pengadaan goodie bag dari PT Sritex yang digunakan sebagai wadah paket bansos yang dibagikan Kemensos.

"Tidak benar itu, saya tidak pernah rekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos, apalagi rekomendasikan goodie bag, tidak pernah. Itu berita tak benar," kata Gibran melalui rilis.

Gibran pun menantang agar semua pihak membuktikan kepada KPK untuk menelusuri kebenaran isu tersebut. Selain itu, dia juga meminta agar melakukan pengecekan kepada pihak Sritex.