Publik tentu belum lupa, kasus korupsi dana bansos yang menyeret mantan menteri sosial Juliari, kader PDI Perjuangan. Dalam pemberitaan Tempo, terkuak informasi tentang keterlibatan Sritex. Lantaran itu tadi, dapat order tas bansos. Yang dipermasalahkan, pengadaan tas bansos tidak melalui lelang atau tender, melainkan penunjukan langsung. Menariknya lagi, nama putera Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran, dsebut-sebut punya andil.

Corporate Communication Head Sritex, Joy Citradewi buru-buru meluruskan. Dikutip dari tribunSolo, Minggu (20/12/2020), Joy mengakui adanya order pembuatan tas bansos dari kementerian sosial (kemensos). "Betul, kami adalah salah satu supplier untuk tas bansos dari kemensos," tulis Joy lewat pesan WhatsApp.

Menurut Joy, berdasarkan informasi yang dia terima, orderan itu datang langsung dari kemensos RI. Dirinya juga membantah tidak ada kaitan perusahaan dengan Gibran, apalagi menyangkut order tas bansos. Okelah, itu masalah hukum, biarlah KPK yang akan menelusurinya. Mungkin belum banyak yang tahu kalau Sritex itu adalah perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Perusahaannya berlokasi di Jalan KH Samanhudi Nomor 88, Jetis, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

Selain Solo, Sritex juga berkantor di Jalan Jendral Sudirman Kav 52-53 Lot 11A-SCBD, Jakarta. Dikutip dari Sritex.co.id, Sritex didirikan oleh H M Lukminto sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo, pada 1966.  Lalu, ia membuka pabrik cetak pertamanya yang menghasilkan kain putih dan berwarna di Solo, pada 1968. Pada 1978, Sritex terdaftar dalam Kementrian Perdagangan sebagai perseroan terbatas.

Kemudian, pada 1982, HM Lukminto mendirikan pabrik tenun pertama. Pada 1992, memperluas pabrik dengan empat lini produksi (pemintalan, penenunan, sentuhan akhir dan busana) dalam satu atap. Sritex lalu menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan Tentara Jerman, pada 1994 Sritex selamat dari Krisis Moneter di tahun 1998 dan berhasil melipatgandakan pertumbuhannya sampai 8 kali lipat dibanding waktu pertama kali terintegrasi pada 1992.

Pada 2010, dengan derasnya persaingan global, Sritex mampu menaklukkan segala tantangannya. Lalu pada 2012, Sritex berhasil menggandakan pertumbuhan dan kinerjanya dibanding pada 2008. PT Sri Rejeki Isman Tbk secara resmi terdaftar sahamnya (dengan kode ticker dan SRIL) pada Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 2013. Begini susunan dewan direksinya. Direktur Utama: Iwan Setiawan Lukminto; Wakil Direktur Utama: Iwan Kurniawan Lukminto; Direktur Pemasaran: Arief Halim; Direktur Keuangan: Allan Moran Severino;
Direktur Operasional: Eddy Prasetyo Salim; Direktur Produksi: Karunakaran Rama Moorthy; Direktur Independen: Dr M Nasir Tamara

Sedangkan dewan komisaris Sritex, terdiri dari: Komisaris Utama: Hj Susyana; Komisaris: Prof Ir Sudjarwadi M.Eng, Ph.D dan Megawati B Lukminto.  Sritex adalah pemasok utama benang berkualitas tinggi untuk pabrik tekstil di berbagai belahan dunia, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Spanyol, Argentina, Brasil, Jepang, dan Korea Selatan.

Pengalaman panjang Sritex dalam proses tenun telah tercermin menjadi berbagai macam produk yang telah sukses memenuhi kebutuhan pelanggan. Kain mentah Sritex dikenal dengan standar yang tinggi dan istimewa seperti “Kanvas Sempurna” untuk menghasilkan produk akhir yang baik. Kain mentah Sritex digunakan sebagai persediaan dan dikonsumsi secara luas baik di dalam dan luar negeri.

Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam pewarnaan dan printing kain, Sritex memimpin sebagai produsen tekstil kelas dunia. Proses pewarnaan dan printing digital mengubah kain mentah menjadi bahan jadi. Kain Sritex dikenal dengan desainnya yang apik, pengerjaan yang teliti dan kenyamanan yang tinggi. Sritex akhirnya berhasil menjadi perusahaan tekstil yang lengkap dalam satu atap saat membangun unit Garmen.

Divisi Garmen mengubah bahan menjadi pakaian jadi dalam dua kategori yaitu, Seragam dan Fashion. Sritex telah melayani lebih dari 33 negara untuk menyediakan seragam militer. Sritex juga menyediakan beragam kebutuhan untuk seragam kantor dan busana mode untuk berbagai retail yang tersebar di empat kontinen dunia.