Menurut survei Indo Barometer, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., masuk bursa calon Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditinggalkan Edhy Prabowo setelah dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap izin ekspor baby lobster (benur).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Sandiaga Uno, Kawendra Lukistian mengatakan, selama ini Sandiaga Uno sudah enam kali ditawari jabatan menteri. Akan tetapi, Kawendra Lukistian mengatakan, Sandiaga Uno belum berkenan untuk menjabat sebagai menteri.

Meski demikian, Kawendra Lukistian tak bersedia menyebutkan apakah Sandiaga Uno  sudah ditawari untuk mengisi jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Sebelumnya sudah enam kali ditawari kursi menteri kan, tapi beliau belum berkenan," kata Kawendra Lukistian  Senin (30/11/2020).

Menurut Kawendra Lukistian, Sandiaga Uno saat ini fokus mendorong para pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah melalui program One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship (OK OCE). Namun kata Kawendra, Sandiaga Uno akan memberikan keputusan terbaik.

Wasekjen DPP Partai Gerindra itu juga tak menutup kemungkinan apakah Sandi akan berada di dalam atau tetap di luar Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin

"Tapi apapun keputusannya, insyaAllah itu yang terbaik untuk yang dia ikhtiarkan dan rakyat Indonesia, baik di luar ataupun di dalam pemerintahan," kata Kawendra Lukistian.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari menyebut sejumlah nama kader Gerindra terkait penggantian Edhy Prabowo. Mereka yang disebut selain Sandiaga Uno adalah Fadli Zon, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, dan Ahmad Muzani.

Sebab dia meyakini kursi Menteri Kelautan dan Perikanan akan tetap diberikan Presiden Joko Widodo kepada Partai Gerindra.

"Jadi tentunya yang paling berpeluang adalah dari tokoh Gerindra, dilihat dari latar belakang kelima nama elite Partai Gerindra yang berpeluang masuk menggantikan Edhy Prabowo sebetulnya ada dua nama, Sandiaga Uno dan Fadli Zon," kata Qodari, Kamis (26/11.2020) lalu.