Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah untuk memegang penuh kendali penanganan Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 dan pemulihan ekonomi di wilayahnya secara sungguh-sungguh. Presiden Jokowi kecewa karena kasus COVID-19 terus melonjak. 

Hal itu dikatakan Jokowi setelah melihat angka kasus aktif dan kesembuhan COVID-19 yang memburuk pekan ini.

"Saya minta Mendagri mengingatkan kepada para gubernur, bupati, wali kota untuk betul-betul memegang penuh kendali wilayah masing-masing," ujar Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11/2020). 

Presiden Jokowi mengingatkan, tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya. Prinsip penanganan COVID-19 harus mengacu pada salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

"Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga udah saya sampaikan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Presiden Jokowi juga menyoroti kenaikan drastis kasus COVID-19 di dua provinsi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Karena itu, dia meminta jajarannya melihat penyebab kenaikan drastis kasus COVID-19 di sana dan juga memberikan perhatian khusus.

Berdasarkan data yang dia terima per 29 November 2020, jumlah kasus aktif COVID-19 di Tanah Air meningkat yakni sebesar 13,41 persen. Padahal pada pekan sebelumnya angka kasus aktif masih berada di posisi 12,78 persen. 

"Kasus aktif kita sekarang ini meningkat menjadi 13,41 persen meskipun ini lebih baik dari rata-rata dunia, tapi ini hati-hati lebih tinggi dari Minggu lalu, Minggu lalu masih 12,78, sekarang 13,41," kata Presiden Jokowi. 

Angka kesembuhan dari COVID-10 juga turun, dari 84,03 persen pada pekan lalu, menjadi 83,44 persen pada Minggu ini. Jokowi mengingatkan hal ini harus diwaspadai. Sebab penanganan COVID-19 di Indonesia saat ini memburuk.