Kementerian Perindustrian menyatakan pelaksanaan Hannover Messe akan kembali diselenggarakan pada April 2021 setelah pembatalan di tahun ini akibat adanya pandemi Covid-19. Hannover Messe merupakan eksibisi teknologi industri yang bergengsi dan terbesar di dunia.

“Indonesia akan menjadi official partner country, sehingga harus dapat memanfaatkan kesempatan penting tersebut, utamanya untuk menampilkan wajah Indonesia di mata dunia dalam upaya transformasi ekonomi, khususnya melalui industri 4.0,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Dody Widodo di Jakarta, Sabtu (28/11).

Dirjen KPAII menjelaskan, pada rapat terbatas beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk melanjutkan keikutsertaan pada Hannover Messe di tahun 2021. Sebab, kehadiran Indonesia dalam Hannover Messe 2021 akan membawa misi utama untuk mempromosikan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Indonesia akan tetap mengusung tema tentang Making Indonesia 4.0 yang masih sangat relevan dengan tema Hannover Messe 2021, yaitu Industrial Transformation,” tuturnya. Adapun perhelatan akbar tersebut akan mengalami perubahan secara konsep berupa penekanan isu economic recovery post pandemic dan display categories yang akan ditampilkan pada Paviliun Nasional Indonesia.

Sementara itu, Indonesia akan mempertahankan logo dan tagline “Connect to Accelerate” untuk mendukung sinergi yang ingin dibentuk dalam mendukung pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia. Bahkan, Hannover Messe akan menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk mendapatkan pengalaman dalam bersaing dengan para pemain utama manufaktur dunia dalam memberikan dan menjual kemampuan teknologi industrinya.

“Tagline tersebut dapat berfungsi sebagai sebuah branding strategy yang menggambarkan ajakan dan undangan kepada semua pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, pelaku industri, dan investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk bersinergi mempercepat pertumbuhan industri Indonesia melalui penerapan teknologi industri 4.0,” papar Dody.

Paviliun Indonesia akan menampilkan peta jalan yang menggambarkanarah dan strategi pengembangan industri nasional di masa yang akandatang, termasuk 10 prioritasnasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian Indonesia.

Ke-10prioritas tersebut adalah perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri,akomodasi standar sustainability, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembetukan ekosistem inovasi, menerapkan insentif investasi teknologi, dan harmonisasi aturan dan kebijakan.

Berikutnya, Paviliun Indonesia akan memberikan ilustrasi perjalanan Making Indonesia4.0 sekaligus menunjukkan seberapa jauh lompatan perjalanan implementasi industri 4.0 sejak peluncuranMaking Indonesia 4.0 tahun 2018, peresmian Indonesia Industry 4.0 ReadinessIndex atau INDI 4.0 (2019), dan kemudian disusul dengan programpengembangan ekosistem industri 4.0 atau SINDI 4.0 (2019).

“Paviliun Indonesia juga akan dilengkapi dengan pengenalan showcase pembangunan Pusat Inovasi DigitalIndonesia (PIDI 4.0) yang diinisiasi olehKemenperin,” imbuhnya.Selain itu, akan ditampilkan juga Smart Industrial Park Facilities sebagai bagian penting dalam pengembangan industri Indonesia akan turut dipromosikan bersama dengan pengembangannya memanfaatkan industri 4.0.

“Kategori produk yang akan dipamerkan pada Paviliun Indonesia terdiri dari automotion, motion & drives, digital ecosystems, energy solutions, engineered part & solutions, future hub, global business & markets, serta compressed air & vacuum,” sebutnya.

Dody menyampaikan, Kemenperin mendorong para pelaku industri dalam negeri untuk dapatmemanfaatkan momentum Indonesia menjadinegara mitra resmi di Hannover Messe 2021. “Kehadiran di Hannover Messememberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk benchmarking atas perkembangan teknologi dalam memecahkan permasalahan industri,” terangnya.

Peran dan kontribusi startup dalam pengembangan teknologi industri juga tidak dapat diabaikan. “Dukungan khusus kepada startup ditunjukkan dengan memberikan panggung kepada para startup Indonesia yang memiliki teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan dan menjadi solusi tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia,” pungkasnya.