Mungkin tak banyak yang tahu, aktivitas para amntan pebulu tangkis nasional yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Atau Marcus Fernaldi Gideon yang sempat tenar sebagai ganda putra andalan Indonesia, kini menekuni bisnis gedung olahraga khusus.    

Seorang atlet, terutama di bulutangkis, semakin sukses prestasi yang mereka raih maka akan semakin besar pendapatan yang mereka kantongi. Namun, semua pendapatan itu akan lenyap bila mereka tidak mengelolanya dengan baik.  Hal ini rupanya juga menjadi pemikiran sejumlah pebulutangkis di tanah air saat ini. Sebagian dari mereka memutuskan mengalihkan pendapatan mereka sebagai modal bisnis.

Pilihan bisnis yang dipilih pemain Indonesia, mulai dari Hariyanto Arbi, Rudi Hartono, Kevin Sanjaya, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Jonatan Christie pun menjadi sorotan media 360 Badminton. Sebuah media asing lantas mempertanyakan siapa di antara pemain bulutangkis ini yang menjadi pebisnis handal, di mana usaha mereka laku keras di pasaran.

Media tersebut mendata sebanyak 17 legenda dan pemain aktif yang terjun ke dunia bisnis. Bisnis tersebut tidak hanya dijadikan sampingan saja, malah ada yang jadikan mata pencaharian setelah gantung raket.  

Misalnya saja Jonatan Christie. Peraih medali emas Asian Games 2012 ini memiliki bisnis pakaian bernama Satoe-Noesa. Bisnisnya dimulai pada tahun 2018 di mana ia juga menjadi model iklan mereka. Lini pakaian juga menjadi fokus usaha Mohammad Rian Ardianto. bernama Krall yang terutama bergerak di bidang hoodies dan kaus.

Selain itu ada juga sejumlah atlet yang memiliki mengembangkan bisnis di lini kuliner, seperti Kevin Sanjaya dengan nama perusahaan Vinion, Fajar Alfian memiliki kedai kopi di kota Bandung, Debby Susanti yang menjalankan bisnis makanan Mama Mikha Kitchen setelah pensiun dan menjadi ibu rumah tangga.

Sejumlah legenda dan atlet juga memilih memanfaatkan sebagain pendapatan mereka untuk mengembangkan generasi bulutangkis dengan mendirikan fasilitas latihan bulutangkis. Di antaranya Taufik Hidayat (Arena Taufik Hidayat), Marcus Fernaldi Gideon (Gideon Badminton Hall), Sony Dwi Kuncoro (Gedung Bulutangkis Sony Dwi Kuncoro), dan Candra Wijaya (Candra Wijaya International Badminton Centre).

Kemudian ada juga beberapa legenda yang memilih mengembangkan bisnis penjualan perlengkapan bulutangkis, seperti Gideon (Kurnia Sport), Alan Budikusuma dan Susy Susanti (Astec - Alan-Susy Technology), Hariyanto Arbi (Flypower), Rudi Hartono. Legenda Rudi Hartono tidak hanya memiliki perusahaan perlengkapan bulutangkis berlisensi, peraih medali emas Olimpiade Munich 1972 ini juga memiliki peternakan sapi perah di kota Sukabumi. Untuk bidang bisnia lain yang digeluti para atlet, yakni bisnis penginapan King Villa milik Mohammad Ahsan, dan pusat pijat refleksi bernama Nine Reflexology serta bisnis real estate yang dijalani Liliyana Natsir.