Tak sedang bercanda, anggota DPR asal PDI Perjuangan, Arteria Dahlan mencak-mencak ketika mendengar proyek JIIPE. Ya, lantaran itu tadi, proyek ini diduga menyerobot tanah warga.

Selanjutnya, dia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan. Bongkar kasus perampasan tanah pembangunan kawasan JIIPE. Menurut Arteria, meski status JIIPE merupakan proyek strategi nasional (PSN), namun tidak tertutup adanya penyelewengan. Untuk itu, KPK tidak perlu takut untuk membongkar kasus perampasan sekitar 600 hektar tanah yang hingga kini belum menemui titik terang. "KPK harus masuk ke Gresik. Jangan sampai karena proyek strategi nasional, aparat penegak jadi gamang untuk memeriksa. Pak Jokowi bahkan meminta semua kasus dalam proyek-proyek pemerintah untuk dituntaskan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arteria juga menekankan pada upaya meyakinkan semua pihak bahwa JIIPE mampu menyerap 300 ribu tenaga kerja, sesuai proyeksi berdirinya proyek tersebut. Namun, serapan tenaga kerja itu, kata Arteria, tidak mungkin berjalan, jika persoalan JIIPE belum tuntas.

Sebelumnya, dalam rapat kerja di komisi III DPR pada awal Januari 2020, yang dihadiri Kapolda Jawa Timur saat itu dijabat Irjen Pol Luki Hermawan, dan Kapolri Idham Azis, masalah JIPE ini sempat diutarakan Aretria.

Dirinya Ia menyebut hampir 600 hektar tanah rakyat yang belum di bayar untuk pembangunan JIIPE. Kemudian, Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri dilaporkan telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Namun sejauh ini belum terlihat adanya perkembangan siginifikan.