Kabupaten Mamuju Tengah adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini berada di Tobadak. Mamuju Tengah merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Mamuju yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 14 Desember 2012 di gedung DPR RI tentang Rancangan UU Daerah Otonomi Baru (DOB).  Pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Mamuju terdiri atas 5 (lima) kecamatan, yaitu Kecamatan Tobadak, Kecamatan Pangale, Kecamatan Budong Budong, Kecamatan Topoyo, dan Kecamatan Karossa. Kabupaten Mamuju Tengah memiliki luas wilayah keseluruhan ±3.014,37 km2 dengan jumlah penduduk ±154.606 jiwa pada tahun 2012 dan 56 (lima puluh enam) desa/kelurahan.

Sebagai kabupaten termuda di Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju Tengah membutuhkan pembangunan infrastruktur dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing serta mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut mendukung pengembangan Kabupaten Mamuju Tengah sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Mamuju pada 2013 melalui pembangunan sejumlah infrastruktur, salah satunya Bendungan Budong-Budong yang dilaksanakan mulai tahun 2020. Saat ini pembangunan Bendungan Budong - Budong, yang meliputi bendungan utama, bangunan pelimpah, dan bangunan pengelak,  sedang dalam proses lelang. Total biaya pembangunannya sebesar Rp 1,24 triliun dengan target selesai tahun 2023. 

Kabupaten Mamuju Tengah sendiri memiliki luas wilayah 306.527 km2 yang didominasi dengan lahan kering sekitar 38% dan sekitar 24% lahan kering sekunder. Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan yakni Kecamatan Tobadak, Pangale, Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan komoditas unggulan seperti tanaman pangan padi dan palawija serta perkebunan sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan aromatika (nilam). Secara administratif, Bendungan Budong-Budong berada di Desa salulebo, Kecamatan Topoyo dengan daerah layanan meliputi Daerah Irigasi Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah Hada.

Bendungan ini juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik. Kabupaten Mamuju Tengah sebagai daerah yang tengah berkembang diperkirakan akan banyak kegiatan pembangunan baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari sumber air bendungan. Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini juga sangat diperlukan sebagai pengendali banjir untuk kawasan rawan bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan mereduksi 60% dari 341,59 m3/detik menjadi 106,76 m3/detik. Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah dilalui tujuh sungai yakni Sungai Budong-Budong, Lumu, Karama, Karossa, Benggaulu, Kamansi, dan Panggajoang yang mengalir dari daerah perbukitan di bagian timur menuju ke daerah pesisir arah barat dan bermuara di perairan laut Selat Makassar. Bendungan Budong-Budong akan dibangun dengan membendung Sungai Salulebbo yang merupakan anak sungai Budong-Budong. 

Komoditas pisang menjadi primadona baru petani di Sulawesi Barat. Jenis pisang yang berkembang dan mempunyai produktivitas tinggi diwilayah ini adalah pisang Kepok dan pisang Raja. Sepanjang jalan poros Mamuju sampai Mamuju Utara hamparan tanaman pisang sangat kasat mata tumbuh baik dan berkembang, utamanya di kawasan Pisang Mamuju Tengah. Sekitar 400 Petani di Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, telah beralih dari komoditas utama kelapa sawit menjadi Pisang.Pengembangkan pisang dalam 5 tahun terakhir cukup mengangkat kesejahteraan dan ekonomi masyarakat Mamuju Tengah. Dengan pola usaha tani monokultur pisang yang low input,  dapat menghasilkan Rp 21.000.000 perhektar dalam sebulan dimana panen dilakukan setiap 15 hari dalam satu plot kebun seluar 2 hektar. Petani Topoyo mengembangkan pisang dalam skala luas, dimana kebun mereka antara 2 s/d 30 hektar per petani.

Pilkada Mamuju Tengah 2020 hanya diikuti satu Pasangan Calon (Paslon). Pasangan Aras-Amin dipastikan bakal melawan kotak kosong pada gelaran pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Lalla Tassisara julukan Mamuju Tengah. Seluruh partai politik (15) baik parlemen maupun non parlemen diborong Aras-Amin menuju periode kedua. Diantaranya Golkar, Demokrat, PDIP, Perindo, Gerindra, PKS, Hanura, PAN, Nasdem, PKB, PPP, PSI, PKPI, Garuda, dan Berkarya. KPU Kabupaten Mamuju Tengah mentapkan jumlah DPT 80.193 jiwa dengan jumlah TPS 274 di 54 desa/kelurahan dan 5 kecamatan. Sedangkan Pasangkayu dengan jumlah DPT sebanyak 95.946 jiwa, dan sebanyak 335 TPS di 63 desa/kelurahan dan 12 kecamatan.