Nama Pasangkayu berasal dari kata “Vova dan Sanggayu”, menurut bahasa Kaili (Sulawesi Tengah) kata “Vova” berarti sejenis kayu bakau yang tumbuh di tepi pantai atau laut, dan kata “sanggayu” berarti satu batang atau satu pohon (sepohon), sehingga kedua kata tersebut jika digabung memiliki arti “sebatang Kayu” atau “sebatang Pohon Bakau”. Nama awal “Vova Sanggayu” perlahan berubah dan diucapkan dengan kata “Pasanggayu” dan akhirnya berubah menjadi “Pasangkayu”. Nama Pasangkayu merupakan nama yang sudah lama dikenal dalam masyarakat Kabupaten Mamuju Utara khususnya dan Provinsi Sulawesi Barat pada umumnya, yang mempunyai nilai-nilai kesejahteraan, memperkukuhkan jati diri, mempertinggi harkat, dan martabat yang sarat dengan kearifan lokal.

Kabupaten Pasangkayu yang dulu dikenal dengan Kabupaten Mamuju Utara adalah salah satu daerah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, dengan Ibu Kota terletak di Pasangkayu. Kabupaten Mamuju Utara merupakan daerah otonom baru yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 7 Tahun 2003 dan Pada Tahun 2017 berubah nama menjadi Kabupaten Pasangkayu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2017. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Mamuju. Kabupaten ini merupakan gabungan dari kecamatan pasangkayu, Sarudu, Baras dan Bambalamotu. Sekarang jumlah kecamatan bertambah menjadi 12, yaitu dengan memekarkan kecamatan induk masing-masing 2 kecamatan. Jarak Kota Pasangkayu dengan ibukota provinsi Sulawesi Barat , yaitu Mamuju sekitar 276 km. Kabupaten Pasangkayu dengan Ibukota Pasangkayu, termasuk kabupaten termuda dan terletak di bagian utara Sulawesi Barat. Luas Wilayah Kabupaten Pasangkayu 3.043,75 km2.

Kabupaten Pasangkayu merupakan pemekaran dari kabupaten Mamuju yang berada di provinsi Sulawesi Barat dengan ibu kotanya terletak di Pasangkayu.Kabupaten Pasangkayu memiliki beragam potensi yang menjadi penopang sumber perekonomian di sektor pertanian dan perkebunan, melalui potensi yang dimiliki dari berbagai sektor khususnya pertanian, perkebunan dan peternakan, pariwisata dan sektor lainnya, ke depan dengan penuh percaya diri dan optimisme, pasangkayu memastikan untuk menjadi agropolitan atau dalam bahasa pasangkayu adalah agrosmart yakni pembangunan sektor pertanian berbasis teknologi.

Agrosmart atau agropolitan merupakan transformasi dari program sebelumnya yaitu sanggayu smart yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga diharapkan menjadi program prestisius dalam mengejar target akselerasi pembangunan kabupaten pasangkayu. Pasangkayu memiliki perkebunan kelapa sawit dengan produktivitas yang cukup tinggi. Potensi unggulan berikutnya yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah adalah budidaya tambak udang vaname yang terus dikembangkan baik secara kualitas maupun kuantitas.

Masih dari sektor perkebunan dan peternakan, peternakan sapi terus dikembangkan pemerintah daerah secara intens diantaranya dengan membentuk kelompok-kelompok koperasi guna peningkatan populasi sapi yang saat ini berjumlah 15.000 ekor. Sedangkan di sektor pertanian, pasangkayu merupakan penghasil jeruk yang sudah terkenal kualitasnya. salah satunya jeruk keprok trigas atau yang dikenal dengan mandarin sulbar. Sektor pariwisata juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari primadona kabupaten pasangkayu yang terus dikembangkan baik objek wisata alam, bahari maupun budaya. Dan juga yang sedang disiapkan menjadi potensi unggulan adalah muncul dari kreativitas masyarakat melalui program One Village One Entrepreneur (OVOY) yakni satu desa satu pengusaha.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasangkayu, menetapkan tiga pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2020. Tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu sebagai ialah, Nomor urut satu (1) H. Muh. Saal - Musawir Az Isham. Diusung oleh partai Hanura (6), Nasdem (3), Demokrat (2) dan partai pendukung PSI. Nomor urut dua (2) Ir Abdullah Rasyid - M. Yusri Nur yang maju sebagai calon independent. Abdullah Rasyid juga merupakan Bupati pertama Mamuju Utara (Pasangkayu). Nomor urut tiga (3) Yaumil Ambo Djiwa - Dr. Hj. Herny diusung pantai Golkar (5), PDIP (3), Gerindra (3), PKS (1), PPP (1), Perindo (3), PAN (2), PKB (1). Pendukung PBB dan PKPI. KPU Kabupaten Pasangkayu menetapkan keseluruhan jumlah kelurahan dan desa sebanyak 63 serta jumlah TPS sebanyak 335 jumlah pemilih laki-laki dari 12 kecamatan berjumlah 49,325 sedangkan perempuan berjumlah 46,621 total semuanya wajib pilih pemilihan bupati dan wakil bupati pasangkayu 2020 berjumlah 95,946.