Tanpa tedeng aling-aling Rizal Ramli bertanya kepada Jokowi mau dibawa kemana negara ini. Bahlan, RR menyebut untuk membayar bunga utang, rezim Jokowi harus cari utangan baru.

Menurut mantan Menko Kemaritiman di periode pertama Jokowi ini, saat ini, utang Indonesia sudah terlalu banyak dan berlebihan. "Mas Jokowi, mau dibawa kemana RI? Surat utang bunganya semakin mahal. Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah. Makanya mulai ganti strategi jadi “pengemis utang bilateral” dari satu negara ke negara lain, itupun dapatnya recehan, itu yg bikin ‘shock’," dikutip dari akun Twitter @RamliRizal, Jumat (20/11/2020).
 
Memang seperti yang sudah diketahui Bank Indonesia (BI) per 17 November 2020 telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp342,52 triliun. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo pembelian surat utang ini adalah demi mendorong pemulihan ekonomi nasional. "Sinergi ekspansi moneter BI dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional terus diperkuat," ujar Perry, Kamis (19/11/2020).

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III-2020, mencapai US$408,5 miliar, Dengan asumsi Rp14 ribu per US$, angka tersebut setara dengan Rp5.759 triliun. ULN terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar US$200,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$208,4 miliar.

Pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2020 tercatat sebesar 3,8% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy), terutama dipengaruhi oleh transaksi pembayaran ULN swasta.

Terkait bengkaknya utang Indonesia di era Jokowi, sebenarnya sudah berkali-kali dikritik Rizal Ramli. Di mana, mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur itu, mengingatkan Jokowi untuk bijaksana dalam memutuskan kebijakan utang luar negeri. Karena menyangkut masa depan generasi masa depan.

Tak jarang, Bang RR, sapaan akrab Rizal Ramli, melontarkan kata-kata pedas. Tentu saja agar kritikannya didengar dan tidak diulangi. Namun, pepatah bilang anjing menggonggong kafilah pergi.